Jumat, 16 Oktober 2026
18:35 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Lendir kelabu

Lendir kelabu

Bagikan:
250px-Grey_Goo.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Adegan lendir kelabu menghancurkan infrastruktur di Bumi, dalam film The Day the Earth Stood Still.

Lendir kelabu (bahasa Inggris: Grey goo) adalah suatu perkiraan skenario kiamat. Menurut skenario ini, nanoteknologi molekuler berada di luar kendali dan memperbanyak diri, lalu mengonsumsi semua materi yang ada di Bumi, dan pada saat yang bersamaan jumlah mereka terus bertambah. Skenario ini dikenal sebagai ekofagi ("memakan lingkungan").

Istilah lendir kelabu biasanya digunakan dalam konteks karya fiksi ilmiah, misalnya film The Day the Earth Stood Still. Dalam skenario terburuk, materi di Bumi juga akan berubah menjadi goo (goo berarti nanomesin). Bencana ini sering dianggap sebagai salah satu penyebab kiamat.

Istilah "Grey goo" pertama kali dicetuskan oleh Eric Drexler dalam karyanya, Engines of Creation.[1]

Referensi

  1. ↑ Joseph, Lawrence E. (2007). Apocalypse 2012. New York: Broadway. hlm. 6. ISBN 978-0767924481.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan