Lena Guslina | |
|---|---|
| Lahir | 16 Agustus 1977 (umur 49) |
| Pendidikan | Sekolah Tinggi Seni Indonesia (kini ISBI Bandung) |
| Pekerjaan | Penari; koreografer; pelukis |
| Masa aktif | 1991–sekarang |
| Dikenal karena | Tari kontemporer; gestural abstraction; lukisan abstrak |
| Pasangan menikah | Refial Fadly (m. 2005) |
| Anak | 2 |
| Penghargaan | Silver Emerging Artist – UOB Painting of the Year (2024) |
Lena Guslina adalah penari, koreografer, dan pelukis asal Bandung, Indonesia. Karya-karya tari kontemporernya menyoroti hubungan tubuh dan ruang.[1][2][3] Dalam seni rupa, ia mengembangkan gaya abstrak dengan pendekatan gestural abstraction,[4] yang memadukan pengalaman tubuh dan garis sebagai medium ekspresi visual.[5][6]
Biografi
Lahir di Bandung pada tahun 1977 sebagai anak kedua, ia mulai menekuni tari Sunda klasik sejak 1991 di Sanggar Tari Raden Oni Martasuta. Kemudian menempuh pendidikan formal jurusan tari di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (kini ISBI Bandung) dan lulus pada tahun 2001.[7] Ia menikah pada tahun 2005 dan dikaruniai dua anak.[8]
Karier
Berawal dari pembelajaran dan praktik tari klasik yang berakar pada seni tradisional Cirebon, Sunda, Jawa, dan Bali, Lena Guslina menempuh lintasan artistik yang berkembang ke ranah tari kontemporer. Di luar praktik berkarya, ia juga aktif sebagai juri dalam berbagai lomba tari jaipongan dan kreasi baru.”
Beberapa karya perdana dalam karirnya, antara lain: Semesta, dipentaskan tahun 2000 dalam Temu Koreografer Wanita di Teater Arena Taman Budaya Surakarta. Pada 2001, ia menampilkan Asa dan Kutu Buku di Gedung Kesenian Sunan Ambu Bandung. Karya Asa kemudian dipentaskan di Centre Culturel Français (kini IFI Bandung). Tahun 2002, ia meluncurkan Ambigu [9] yang dikaji oleh akademisi F.X. Widaryanto karena menghadirkan sudut pandang baru dalam menafsirkan tradisi dalam tari kontemporer.[10] Pada 2003, ia tampil bersama seniman senior dalam Sorak-Sorai Identitas.[11]
Ia juga berkolaborasi dengan pantomim senior Jemek Supardi (2002) pada pentas di: Taman Budaya Surakarta, Bentara Budaya Jakarta, Rumah Nusantara Bandung, lalu tampil sebagai penari dalam Hutan Plastik karya Sardono W. Kusumo dan komposisi musik Ananda Sukarlan (2004),[12] koborasi dengan Krisna Murti--seniman instalasi video-- dalam karya e-ART-h-quake tahun 2016 di Selasar Sunaryo, kolaborasi dalam karya Retak Segaris Putih dengan musisi Dwiki Dharmawan serta bekerja sama dengan penari senior Mugiyono Kasido.[13]
Pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia, ia memadukan tari dengan puisi dalam medium daring.[14][15] Tahun 2020, ia mementaskan Elegi Bumi sebagai pernyataan artistik tentang perlawanan terhadap dominasi sampah plastik.[16]
Selaras dengan karier kepenariannya, keterlibatan awal Lena Guslina dalam konteks seni rupa berlangsung melalui berbagai aktivitas lintas disiplin, antara lain sebagai penari atau performance artist dalam berbagai pembukaan pameran seni rupa serta sebagai model bagi pelukis seperti Jeihan (alm) dan Sunaryo.[17] Pada masa pandemi COVID-19, pembatasan ruang pertunjukan menjadi salah satu konteks yang mengiringi eksplorasi praktik seni rupanya sebagai karya mandiri, yang diwujudkan melalui pameran tunggal Kumau Diriku, Gerak Garis Lena Guslina pada 2022.[18] Pengembangan praktik seni rupanya ini berlanjut melalui pameran tunggal Titian Tubir di Orbital Dago, Bandung, pada 2024.[19]
Karya-karya Pilihan dan Kolaborasi
| Tahun | Karya / Kolaborasi | Keterangan / Lokasi |
|---|---|---|
| 2001–2002 | Semesta, Asa, Kutu Buku, Ambigu, Patung Kesunyian, Cikaracak (2002) | Selasar Sunaryo[20][21] |
| 2003–2004 | Penari pada karya Demon | Kolaborasi Indonesia–Australia[22] |
| 2003–2004 | Tubuh Melayu | Karya Benny Yohanes[23] |
| 2003–2004 | Halusinasi Seorang Pelukis | Karya Jemek Supardi[24] |
| 2003–2004 | Hutan Plastik | Karya Sardono W. Kusumo[25] |
| 2003–2004 | Penari pada Bunga Jepun | Peluncuran Buku Sastra Karya Putu Fajar Arcana, CCF Bandung (Januari 2004)[26] |
| 2003–2004 | Berpaling | Grha Bakti Budaya TIM, Jakarta[27] |
| 2003–2004 | Camar | Joglo – Bandung[28] |
| 2003–2004 | Kepak Seribu Sayap dan Dialektika Tubuh | Temu 5 Koreografer Nasional, CCF Bandung[29][30] |
| 2003–2004 | Gelar 3 Karya: Dekonstruksi, Patung Kesunyian, Kepak Seribu Sayap | Galeri Nu-Art, Bandung[31] |
| 2005 | Retak Segaris Putih | Taman Budaya Societeit Yogyakarta[32] |
| 2006–2007 | Penata Artistik Pembukaan & Penutupan | Jambore Nasional Pramuka 2006[33] |
| 2009 | Performance Art (bersama Ayu Laksmi) | Pameran lukisan Jeihan, Bentara Budaya Bali[34] |
| 2011 | Performance Art duet dengan Nyoman Sura | Instalasi Jejak karya I Wayan Suklu, CCF Bandung[35] |
| 2014–2016 | Suwung – Chaos in Stillness | Gunungan International Mask & Puppets Festival[36] |
| 2017–2020 | Gemuruh Sunyi, Desah Rimba, Jejak Rimba, Air Mata Bumi, Sisyphus, Elegi Bumi | [37][38][39][40][41] |
| 2023 | Opening Act | Bandung Art Month[42] |
Pameran Seni Rupa
Pameran Tunggal
| Tahun | Judul Pameran | Lokasi / Keterangan |
|---|---|---|
| 2022 | Kumau Diriku | Pameran tunggal Gerak Garis, Bandung[43] |
| 2024 | Titian Tubir | Galeri Orbital Dago, Bandung (dibuka oleh Sunaryo)[44] |
Pameran Bersama
| Tahun | Judul Pameran / Acara | Lokasi & Tanggal / Keterangan |
|---|---|---|
| 2022 | NuansaRupa, International Contemporary Art | Gastro Market Grand Central, Pullman Hotel (14–28 Juni 2022) |
| 2022 | Surge | Tee Huis Gallery, Taman Budaya Jawa Barat (19–25 Agustus 2022) |
| 2022–2023 | Lukisan Pemandangan Alam | Galeri SOS, Babakan Siliwangi, Bandung (18 Maret 2022 – 18 April 2023) |
| 2023 | Kemerdekaan, Seni, dan Kebangsaan | Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Bandung |
| 2024 | Pameran Bersama Pemenang UOB | Memamerkan karya Titian Sunyata (pemenang UOB Painting of the Year)[45] |
| 2025 | Kiasmos Exhibition | Langgeng Art Space — karya: Tubir Malam, Tubir Laut[46][47][48][49][50] |
| 2025 | Pameran Bersama Finalis UOB Painting of the Year 2025 | Melting Pot, Ashta District 8 SCBD Jakarta (15–30 Oktober 2025)[51] |
| 2025 | Art Jakarta 2025 | JIExpo Kemayoran Hall B3, C3, & C (3–5 Oktober 2025)[52] |
| 2025 | Pameran Satu Tanah, Seribu Ketangguhan | Bentara Budaya Jakarta (20–29 November 2025), Kompas - Astra[53] |
Karya Ilustrasi Cerpen
| Tahun | Penerbit / Media | Tanggal Terbit |
|---|---|---|
| 2025 | Kompas Minggu | 12 Oktober 2025 |
Penghargaan & Apresiasi
| Tahun | Penghargaan | Karya / Keterangan |
|---|---|---|
| 2024 | Silver Emerging Artist – UOB Painting of the Year ke-14 | Karya: Titian Sunyata[54] |
| 2025 | Finalist of 15th UOB Painting of the Year (Established Artist Category) | Karya: Dari Celah Tubir[55] |
Referensi
- ↑ AntaraFoto — “Dialektika Tubuh”. 27 Februari 2016.
- ↑ Liputan6.com (2016-04-16). "10 Taman di Bandung Bakal Jadi Panggung Dua Penari Kontemporer". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-05-25.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) - ↑ "DIALEKTIKA TUBUH | ANTARA Foto". antarafoto.com. Diakses tanggal 2026-05-25.
- ↑ Kompas.id — Tunggal, Nawa. “Lukisan dari Gerak Penari Lena Guslina”. 11 Juli 2024.
- ↑ Kompas.id — Arcana, Putu Fajar. “Lena Guslina, Gerak Tari dan Garis Melukis”. 18 Maret 2022.
- ↑ Bagaskara, Bima. "Renungan Pandemi Ilhami 'Tarian' di Atas Kanvas Lena Guslina". detikjabar. Diakses tanggal 2026-05-25.
- ↑ Kompas.id — Arcana, Putu Fajar. “Tarian Warna Lena Guslina”. 18 Maret 2022.
- ↑ Tribun Jabar — “Ingin Menyatu dengan Alam, Memilih Menari di Luar Ruangan”. 26 Maret 2017.
- ↑ Budiman, Beni R. (28 Maret 2002). "Pentas tari Ambigu Lena Guslina, Menari dengan jiwa yang mendua". Pikiran Rakyat.
- ↑ Widaryanto, F.X. (2002). Merengkuh Sublimitas Ruang. STSI Press.
- ↑ "Sorak Sorai Identitas". IVAA. Diakses tanggal 5 September 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Liputan6.com — “Kolaborasi Ananda Sukarlan & Sardono untuk Pelestarian Lingkungan”. 24 Juni 2004.
- ↑ Bandung Bergerak — “Seperempat Abad Selasar Sunaryo, Ruang Seni yang Aktif dan Menjelma Inklusif”. 15 September 2020.
- ↑ Suara Karya — “Malam Apresiasi Puisi: Kolaborasi RRI dan KPK Membangun Martabat Bangsa”. 15 Juli 2020.
- ↑ Tempo.co — “Ekspresi Puisi Melawan Korupsi”. 15 Juli 2020.
- ↑ Kompas.id — Arcana, Putu Fajar. “Melawan Kekuasaan Monster Plastik”. 10 Agustus 2020.
- ↑ "Lukisan dan Tarian Lena Guslina, Estetisme dari Eksplorasi Kehidupan". Seni.co.id. Diakses tanggal 13 Januari 2026.
- ↑ "Renungan Pandemi Ilhami Tarian di Atas Kanvas Lena Guslina". Detik.com. Diakses tanggal 13 Januari 2026.
- ↑ "Titian Tubir Pameran Tunggal Lena Guslina". Orbital Dago. Diakses tanggal 13 Januari 2026.
- ↑ Selasar Sunaryo Art Space — Rekam Jejak Karya (2001–2002).
- ↑ Cikaracak (2002).
- ↑ Kolaborasi Indonesia–Australia — Karya Demon (2003–2004).
- ↑ Benny Yohanes — Karya Tubuh Melayu (2003–2004).
- ↑ Jemek Supardi — Karya Halusinasi Seorang Pelukis (2003–2004).
- ↑ Sardono W. Kusumo — Karya Hutan Plastik (2003–2004).
- ↑ Peluncuran Buku Sastra Karya Putu Fajar Arcana, CCF Bandung (Januari 2004).
- ↑ Gelar Karya Berpaling, Grha Bakti Budaya TIM, Jakarta.
- ↑ Gelar Karya Camar, Joglo – Bandung.
- ↑ Temu 5 Koreografer Nasional, CCF Bandung — Dialektika Tubuh.
- ↑ Temu 5 Koreografer Nasional, CCF Bandung — Dialektika Tubuh.
- ↑ Galeri Nu-Art Bandung — Gelar 3 Karya (Dekonstruksi, Patung Kesunyian, Kepak Seribu Sayap).
- ↑ Taman Budaya Societeit Yogyakarta — Karya Retak Segaris Putih (2005).
- ↑ Penata Artistik Pembukaan & Penutupan Jambore Nasional Pramuka 2006.
- ↑ Bentara Budaya Bali — Performance Art bersama Ayu Laksmi (2009).
- ↑ Instalasi Jejak karya I Wayan Suklu, CCF Bandung (2011).
- ↑ Gunungan International Mask & Puppets Festival — Suwung – Chaos in Stillness (2014–2016).
- ↑ Kanal Resmi Lena Guslina — Dokumentasi Karya Desah Rimba.
- ↑ Kanal Resmi Lena Guslina — Dokumentasi Karya Jejak Rimba.
- ↑ Kanal Resmi Lena Guslina — Dokumentasi Karya Air Mata Bumi.
- ↑ Kanal Resmi Lena Guslina — Dokumentasi Karya Sisyphus.
- ↑ Kanal Resmi Lena Guslina — Dokumentasi Karya Elegi Bumi.
- ↑ Bandung Art Month 2023 — Opening Act Performance.
- ↑ Pameran Tunggal Kumau Diriku, Gerak Garis Bandung (2022).
- ↑ Pameran Tunggal Titian Tubir, Galeri Orbital Dago Bandung (2024).
- ↑ Catalog UOB Painting of the Year 2024 — Pameran Bersama Karya Titian Sunyata.
- ↑ Kiasmos Exhibition, Langgeng Art Space — Karya Tubir Malam.
- ↑ Kiasmos Exhibition, Langgeng Art Space — Karya Tubir Laut.
- ↑ Kiasmos Exhibition, Langgeng Art Space, Bandung (2025).
- ↑ Kiasmos Exhibition, Langgeng Art Space — Karya Tubir Malam.
- ↑ Kiasmos Exhibition, Langgeng Art Space — Karya Tubir Laut.
- ↑ Pameran Bersama Finalis UOB Painting of the Year 2025, Ashta District 8 SCBD Jakarta.
- ↑ Art Jakarta 2025, JIExpo Kemayoran Hall B3, C3, & C (3–5 Oktober 2025).
- ↑ Pameran Satu Tanah, Seribu Ketangguhan, Bentara Budaya Jakarta (20–29 November 2025).
- ↑ Silver Emerging Artist – UOB Painting of the Year ke-14 & Finalis UOB Painting of the Year 2025.
- ↑ Silver Emerging Artist – UOB Painting of the Year ke-14 & Finalis UOB POY 2025.