Jumat, 23 Oktober 2026
22:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Lembah retakan

Lembah retakan

Bagikan:
250px-NASA_-_Visible_Earth%2C_Lakes_of_the_African_Rift_Valley.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lembah Retakan Afrika. dari kiri ke kanan: Danau Upemba, Danau Mweru, Danau Tanganyika (terbesar) dan Danau Rukwa.

Lembah retakan adalah sebuah dataran rendah berbentuk linear (garis) yang berada di antara beberapa dataran tinggi atau pegunungan yang dihasilkan dari proses retakan geologis. Retakan itu sendiri terbentuk sebagai hasil dari penarikan litosfer karena tektonika ekstensional. Depresi linear pada lembah retakan dapat didalami lebih lanjut melalui proses erosi. Namun lembah tersebut biasanya terisi oleh deposit sedimen yang berasal dari pundak retakan dan wilayah-wilayah disekitarnya. Pada banyak kasus, danau retakan dapat terbentuk. Salah satu contoh paling terkenal dari proses ini adalah Retakan Afrika Timur.[1] Di Bumi retakan dapat terbentuk di ketinggian apapun, mulai dari dasar laut ke dataran tinggi dan pegunungan baik di kerak bumi maupun kerak samudera. Mereka biasanya terhubung dengan beberapa lembah-lembah yang berdampingan, yang biasanya dianggap sebagai bagian dari lembah retakan utama secara geologis.

Referensi

  1. ↑ "The Ethiopian Rift Valley". Giacomo Corti-CNR.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan