Jumat, 30 Oktober 2026
16:21 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Lembah Chumbi

Lembah Chumbi

lembah di Tibet

Bagikan:
250px-Bundesarchiv_Bild_135-S-06-03-16%2C_Tibetexpedition%2C_Landschaftsaufnahme%2C_Chumbital.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lembah Chumbi, 1938.

Lembah Chumbi (Tibet: ཆུ་འབི; Wylie: chu vbi; Hanzi:春丕河谷; Pinyin:Chūnpī Hégǔ[1]) adalah sebuah lembah di Tibet di sebuah perbatasan antara India (Sikkim), Bhutan dan China (Tibet) di Pegunungan Himalaya. Dua jalur perbatasan antara India dan China dibuka di sana: Jalur Perbatasan Nathu La dan Jalur Perbatasan Jelep La. Secara administratif, lembah tersebut berada di Kabupaten Yadong, Wilayah Otonomi Tibet.

Lembah tersebut berada pada ketinggian 3.000 m (9.800 ft) dan merupakan bagian terdepan dari ekspedisi militer Inggris ke Tibet pada 1904. Lembah tersebut diduduki oleh Inggri selama sekitar tiga tahun setelah sebuah pertikaian[2][3] untuk mengamankan Tibet. Dokumen-dokumen pada masa tersebut menunjukan bahwa Inggris masih menduduki Lembah Chumbi sampai 8 Februari 1908, setelah meraih bayaran dari China.[4]

Lembah tersebut mekar pada musim semi. Lembah tersebut memiliki iklim sedang.

Tumbuhan Pedicularis chumbica (春丕马先蒿) mengambil nama dari lembah tersebut.

Referensi

  1. ↑ 春丕 (Chumbi) di Baidu.com
  2. ↑ "Glossary of Tibetan Terms". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-07-01. Diakses tanggal 2016-07-23.
  3. ↑ Tibet and Francis Younghusband
  4. ↑ East India (Tibet): Papers Relating to Tibet [and Further Papers ..., Issues 2-4,p. 143

27°23′11″N 88°49′52″E / 27.38639°N 88.83111°E / 27.38639; 88.83111

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan