Sabtu, 24 Oktober 2026
02:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Legenda Mas Merah

Bagikan:

Legenda Mas Merah (atau dikenal sebagai Nyai Mas Merah) adalah seorang tokoh legendaris dalam folklor masyarakat Jawa, khususnya di wilayah lereng Gunung Lawu, Magetan, Jawa Timur. Ia dikenal sebagai sosok wanita bangsawan atau pertapa yang memiliki kaitan erat dengan asal-usul Telaga Pasir (kini lebih dikenal sebagai Telaga Sarangan) bersama suaminya, Kyai Pasir.[1][2]

Legenda dan Asal-usul

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Mas Merah dan suaminya, Kyai Pasir, adalah sepasang suami istri petani yang hidup sederhana di hutan lereng Gunung Lawu. Narasi utama legenda ini berpusat pada penemuan sebuah telur raksasa di ladang mereka.[1]

Setelah mengonsumsi telur tersebut, Kyai Pasir mengalami transformasi fisik menjadi seekor naga raksasa. Mas Merah, yang kemudian menyusul memakan sisa telur tersebut, mengalami nasib yang sama. Kedua naga tersebut berguling-guling di tanah hingga membentuk cekungan besar yang kemudian terisi air dan menjadi Telaga Sarangan.[2]

Peran dalam Budaya Lokal

Sosok Mas Merah tidak hanya dianggap sebagai tokoh dongeng, tetapi juga dihormati dalam tatanan spiritual masyarakat Magetan.[3]

  • Upacara Bersih Desa: Setiap tahun, pada hari Jumat Pon di bulan Ruwah (kalender Jawa), masyarakat Desa Sarangan mengadakan upacara Larung Sesaji. Ritual ini dimaksudkan sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada Kyai Pasir dan Nyai Mas Merah yang dianggap sebagai "penunggu" atau leluhur telaga.
  • Simbolisme: Mas Merah sering disimbolkan sebagai representasi kesetiaan seorang istri dan hubungan manusia dengan alam semesta (kosmologi Jawa).

Representasi dalam Seni

Kisah Mas Merah sering dipentaskan dalam berbagai bentuk kesenian tradisional di Jawa Timur, antara lain:[2]

  1. Wayang Orang: Lakon mengenai asal-usul Telaga Sarangan.
  2. Tari Tradisional: Penggambaran gerak naga yang melambangkan kekuatan alam.

Referensi

  1. 1 2 Pemerintah Kabupaten Magetan. "Sejarah dan Legenda Telaga Sarangan." Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan. (Diakses Februari 2026).
  2. 1 2 3 Soerapan, M. (2012). Mitos dan Legenda di Jawa Timur. Surabaya: Penerbit Buku Budaya. Hlm. 112-115. ISBN 978-602-123-456-7.
  3. ↑ Hidayat, Z. M. (2018). "Analisis Nilai Budaya dalam Cerita Rakyat Asal-usul Telaga Sarangan". Jurnal Antropologi Budaya, Universitas Negeri Malang.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan