Senin, 26 Oktober 2026
20:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Lasiwen Peking

Lasiwen Peking

Bagikan:
Lasiwen peking
Klasifikasi ilmiah
Domain:
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Myotis pequinius

Thomas, 1908
250px-Distribution_of_Myotis_pequinius.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta persebaran
Artikel takson sembarang

Lasiwen Peking (Myotis pequinius) atau biasa disebut kelelawar telinga tikus Beijing, adalah spesies kelelawar vesper yang hanya ditemukan di Tiongkok.

Taksonomi

Dijelaskan sebagai spesies baru pada 1908 oleh Oldfield Thomas, ahli zoologi asal Britania Raya. Holotipe dikumpulkan oleh Malcolm Playfair Anderson pada 1907, yang menemukan spesies ini di dalam gua sekitar 48 km sebelah barat Beijing.[2]

Deskripsi

Kelelawar telinga tikus ini relatif besar dengan panjang lengan bawah 48–50 mm (1,9–2,0 in). Bulunya pendek dan lembut, bulu di bagian punggungnya berwarna abu-abu dan agak cokelat kemerahan, sedangkan bulu di bagian perutnya berwarna putih pucat.[3]

Biologi dan ekologi

Lasiwen Peking merupakan kelelawar pemakan serangga dan memakan sebagian besar jenis kumbang.[4] Pada siang hari, kelelawar ini bergelantungan di dalam gua, meskipun terkadang bertengger juga di bangunan buatan manusia.[1]

Persebaran dan habitat

Kelelawar telinga tikus Beijing endemik Tiongkok, selain di Beijing dapat ditemukan juga di provinsi Anhui, Henan, Jiangsu, Shanxi dan Sichuan.[1]

Konservasi

Pada 2019, IUCN menetapkan status lasiwen Peking sebagai spesies risiko rendah karena tingkat kemunculannya melebihi wilayah seluas 20.000 km2 (7.700 sq mi), populasinya mungkin besar dan kecil kemungkinannya mengalami penurunan populasi dalam waktu yang singkat.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Feng, J.; Jiang, T.L. (2019). "Myotis pequinius". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2019 e.T14190A22066613. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-3.RLTS.T14190A22066613.en. Diakses tanggal 14 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ Thomas, O. (1908). "The Duke of Bedford's Zoological Exploration in Eastern Asia.-X. List of Mammals from the Provinces of Chih-li and Shan-si, N. China". Proceedings of the Zoological Society of London: 637–638.
  3. ↑ Smith, Andrew T.; Xie, Yan; Hoffmann, Robert S.; Lunde, Darrin; MacKinnon, John; Wilson, Don E.; Wozencraft, W. Chris, ed. (2010). A Guide to the Mammals of China. Princeton University Press. hlm. 379. ISBN 978-1400834112.
  4. ↑ Jones, Gareth; Parsons, Stuart; Zhang, Shuyi; Stadelmann, Benoît; Benda, Petr; Ruedi, Manuel (2006). "Echolocation calls, wing shape, diet and phylogenetic diagnosis of the endemic Chinese bat Myotis pequinius". Acta Chiropterologica. 8 (2): 451–463. doi:10.3161/1733-5329(2006)8[451:ECWSDA]2.0.CO;2.


Ikon rintisan

Artikel bertopik mamalia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan