Kamis, 29 Oktober 2026
13:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Lapangan rumput

Lapangan rumput

Bagikan:
250px-Federer_Wimbledon_2006.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lapangan rumput tenis

Lapangan rumput adalah salah satu dari empat jenis lapangan tenis yang digunakan untuk olahraga tenis rumput. Komposisi rumput yang digunakan pada lapangan rumput berbeda-beda tergantung pada turnamen yang diselenggarakan.

Lapangan rumput lebih tradisional daripada jenis lapangan tenis lainnya. Namun biaya pemeliharaan lapangan rumput lebih mahal dibandingkan lapangan keras dan lapangan tanah liat. Lapangan rumput dengan kondisi terbuka tidak dapat digunakan ketika sedang turun hujan. Karena air hujan membasahi rumput dan membuat lapangan rumput menjadi sangat licin.

Gaya permainan

Lapangan rumput cenderung licin, sehingga kondisi pemantulan pada bola tenis sangat buruk. Bola tenis mudah tergelincir dan memantul rendah sambil mempertahankan sebagian besar kecepatannya. Pantulan ke atas dari bola tenis juga jarang mencapai ketinggian lutut. Kondisi ini membuat pemain tenis harus mencapai bola lebih cepat dibandingkan permukaan lain. Selain itu, reli cenderung berlangsung dengan waktu yang relatif singkat. Kondisi permainan di lapangan rumput mengutamakan kecepatan dan kekuatan dari para petenis. Pada lapangan rumput, perolehan poin utamanya ditentukan oleh efektivitas servis dan pengembalia. Pemain tenis rumput juga melakukan kesalahan selama pertukaran yang utamanya dipengaruhi oleh penyimpangan dalam konsentrasi.[1]

Referensi

  1. ↑ "The grass is the star at Wimbledon and this year's Olympic tennis matches". The Washington Post. 4 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik olahraga ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan