Minggu, 27 September 2026
15:09 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Laoshang Chanyu

Laoshang Chanyu

250px-Hsiung-nu-Empire.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kekaisaran Xiongnu pada abad ke 1 ketika awal Masehi

Laoshang Chanyu (Hanzi:老上單于, bertahta tahun 174–160 SM), yang dulunya bernama Jizhu (Hanzi:稽粥), merupakan asal Chanyu dari Xiongnu, pewaris Modu Chanyu (冒頓單于). Di dalam masa pemerintahannya, ekspansi kekuasaan Xiongnu berkembang; Yuezhi dikalahkan, dan Xiongnu kemudian menguasai wilayah Hexi.

Laoshang di dalam bahasa Tionghoa berarti 'kuno dan ditinggikan' dan kemungkinan adalah suatu terjemahan dari gelar Xiongnu, namun dapat diartikan suatu upaya untuk mewakili fonetik kalimat Xiongnu.[1]

Pada tahun 162 SM, dibawah Jizhu Chanyu (juga dikenal sebagai 'Laoshang' – bertahta pada tahun 174-158 SM), Xiongnu mengalahkan Yuezhi untuk yang keempat kalinya.[2][3] Setelah kekalahan ini, mayoritas Yuezhi (yang ditujukan oleh Cina sebagai Da Yuezhi) melarikan diri ke barat laut dan menetap di dalam wilayah Sungai Ili, dan kelompok yang lebih kecil (ditujukan oleh Cina sebagai 'Xiao Yuezhi' = "Lebih Sedikit' atau 'Lebih Kecil' Yuezhi) melarikan diri ke pegunungan selatan dan menetap di antara beberapa suku Qiang disana.

Di dalam Shiji pada bab ke-110 dituliskan:

"Tak lama setelah ini, Maodun meninggal dan putranya Jizhu digelari dengan Shanyu Tua. Ketika Jizhu menjadi Shanyu [tahun 174 SM], Kaisar Wen mengirim seorang putri dari keluarga kerajaan untuk menjadi istrinya, mengirimkan seorang kasim dari Yan yang bernama Zhonghang Yue untuk menemaninya sebagai guru pribadinya.[4]

Catatan kaki

  1. ↑ Hulsewé (1979), p. 120, n. 284.
  2. ↑ Benjamin (2007), pp. 71–74.
  3. ↑ Hill (2009), p. 578.
  4. ↑ Watson (1993), p. 142.

Referensi

  • Benjamin, Craig G. R. (2007) The Yuezhi: Origin, Migration and the Conquest of Northern Bactria. Silk Road Studies XIV. Brepols, Belgium. ISBN 978-2-503-52429-0.
  • Hill, John E. (2009) Through the Jade Gate to Rome: A Study of the Silk Routes during the Later Han Dynasty, 1st to 2nd Centuries CE. John E. Hill. BookSurge, Charleston, South Carolina. ISBN 978-1-4392-2134-1.
  • Hulsewé, A. F. P. (1979). China in Central Asia: The Early Stage 125 BC – AD 23: an annotated translation of chapters 61 and 96 of the History of the Former Han Dynasty. Introduction by M. A. N. Loewe. ISBN 94-04-05884-2. Leiden: E. J. Brill.
  • Watson, Burton. (1993). Records of the Grand Historian of China. Han Dynasty II. (Revised Edition). New York, Columbia University Press. ISBN 0-231-08167-7.
  • Yap, Joseph P. (2009). Wars With The Xiongnu, A Translation From Zizhi tongjian", pp. 107–121. AuthorHouse (2009) ISBN 978-1-4490-0604-4
Didahului oleh:
Modu Chanyu
Laoshang Chanyu dari Kerajaan Xiongnu
174–160 SM
Diteruskan oleh:
Gunchen Chanyu
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan