Selasa, 29 September 2026
03:25 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Laokoon

Laokoon

250px-Laocoon_Pio-Clementino_Inv1059-1064-1067.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Laokoon dan Kedua Putranya di Vatikan.

Dalam mitologi Yunani, Laokoon (bahasa Yunani Kuno:Λαοκόων, IPA: [la.oˈko.ɔːn]; bahasa Inggris: [leɪˈɒkɵ.ɒn]) adalah pendeta Poseidon di Troya. Dia adalah putra Akoites[1] Dalam Perang Troya, Laokoon memperingatkan rakyat Troya bahwa kuda yang ditinggalkan oleh pasukan Yunani itu merupakan suatu tipuan yang berbahaya.[2] Akibatnya dia dimakan oleh ular laut yang dikirim oleh Poseidon (atau mungkin Athena).[3]

Catatan kaki

  1. ↑ (Hyginus, Fabula 135
  2. ↑ Quintus Smyrnaeus X.420f (Text on-line).
  3. ↑ Aeneid 2. 199–227.

Referensi

  • Gall, Dorothee and Anja Wolkenhauer (hg). Laokoon in Literatur und Kunst: Schriften des Symposions "Laokoon in Literatur und Kunst" vom 30.11.2006, Universität Bonn (Berlin; New York: Walter de Gruyter, 2009) (Beiträge zur Altertumskunde, 254).

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan