Senin, 19 Oktober 2026
08:12 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Lanskap kecocokan

Lanskap kecocokan

Bagikan:
330px-Visualization_of_two_dimensions_of_a_NK_fitness_landscape.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Visualisasi lanskap kecocokan, di mana suatu makhluk hidup dapat mengambil salah satu dari beberapa jalur mutasi genetik yang memungkinkan menuju "puncak" lanskap.

Lanskap kecocokan adalah konsep dalam biologi evolusioner yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara genotipe dan keberhasilan reproduktif. Dalam konsep ini, diasumsikan bahwa setiap genotipe memiliki laju replikasi yang terdefinisi dengan baik, yang sering kali merujuk kepada kecocokan biologis. Kecocokan biologis ini adalah pemuncak lanskap, karena genotip yang terreplikasi sesuai dengan lajunya, dikatakan sukses secara reproduktif, dapat bertahan dari seleksi alam sehingga memuncaki lanskap. Serangkaian seluruh genotip dan seberapa mirip mereka satu sama lain itulah yang disebut dengan lanskap kecocokan. Genotip yang serupa dikatakan "dekat" atau berkerabat, dan yang sangat berbeda dikatakan "jauh", seperti halnya di area lanskap yang dapat memiliki objek yang saling berdekatan maupun berjauhan. Namun walaupun berjauhan, keduanya bisa berada di "puncaknya" masing-masing.

Ide awal dalam memvisualisasikan kemampuan bertahan hidup suatu makhluk hidup sesuai dengan kecocokan biologisnya dalam suatu lanskap diawali oleh Sewall Wright tahun 1932.[1]

Referensi

  1. ↑ Wright, Sewall (1932). "The roles of mutation, inbreeding, crossbreeding, and selection in evolution" (PDF). Proceedings of the Sixth International Congress on Genetics. 1 (8): 355–66.

Pranala luar

Bahan bacaan terkait


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan