Rabu, 21 Oktober 2026
08:26 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Lanny Gumulya

Bagikan:
Lanny Gumulya
Informasi pribadi
KewarganegaraanIndonesia
Lahir(1944-11-13)13 November 1944
Surakarta
Meninggal29 Februari 2024(2024-02-29) (umur 79)
Jakarta, Indonesia
Olahraga
NegaraIndonesia
OlahragaLoncat indah
LombaPapan 3 m
Menara 10 meter
Rekam medali

Lanny Gumulya Kartadinata (13 November 1944 - 29 Februari 2024) adalah atlet loncat indah dan pengusaha.

Kehidupan awal

Lanny lahir di Surakarta pada tanggal 13 November 1944 dengan nama Goei Giok Lan. Sejak kecil, ia sudah tertarik dengan olahraga. Dari tahun 1953 - 1954, ia menekuni olahraga renang.[1] Di usianya yang ke-10, ia diperkenalkan dengan olahraga loncat indah ketika seorang peloncat indah asal Amerika Serikat datang ke Solo dan menunjukkan atraksinya.[2]

Ia mengenyam bangku SMP di Bandung. Selama masa SMPnya, ia belajar judo dari Battling Ong dan mampu mencapai tingkat ban cokelat.[1][3]

Karier

Pada tahun 1959, Lanny mulai menekuni olahraga loncat indah dengan bimbingan dari pelatih M.Jasin.[1] Selama mengikuti pelatihan, ia mendapatkan nama Gumulya dari Soekarno ketika berkunjung ke pemusatan latihan di Bandung.[2] Dalam ajang Pekan Olahraga Nasional 1961 di Bandung, ia mendapatkan medali emas pada lomba loncat indah untuk nomor papan 3 meter.[3] Berkat medali emas yang ia peroleh pada PON, ia menjalani pemusatan latihan nasional Asian Games di Filipina dan Jepang.[1]

Lanny ikut serta dalam pada Pesta Olahraga Asia 1962 pada cabang olahraga loncat indah dan berhasil memperoleh medali emas untuk papan 3 meter dan menara 10 meter. Selanjutnya, ia juga menjadi peserta GANEFO dan berhasil memperoleh medali emas untuk papan 3 meter dan perunggu untuk menara 10 meter. Ia juga sempat direncanakan untuk ikut serta dalam Olimpiade Musim Panas 1964 di Tokyo. Namun rencana tersebut gagal karena kontingen Indonesia menarik diri dari perhelatan olimpiade.[1]

Masa pensiun

Pada tahun 1964, Lanny memutuskan untuk pensiun dari dunia olahraga. Selanjutnya, ia melanjutkan kuliahnya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1966. Ia menikah dengan Charlie Kartadinata pada tahun 1966.[1] Dari pernikahannya, ia dikaruniai enam orang anak.[4] Dia sempat menekuni bisnis makanan ketika sedang tinggal di Malaga dengan mendirikan restoran yang bernama "Mandarin". Kemudian, ia kembali ke Indonesia dan terjun dalam bisnis percetakan di Palmerah.[3] Pada tahun 1981, ia menolak tawaran KONI untuk menjadi pelatih.[5]

Lanny membawa obor pada pembukaan Pesta Olahraga Asia 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.[1] Pada saat merayakan ulang tahunnya yang ke-78, Melanie Kartadinata merilis buku biografi Lanny Gumulya sebagai kado ulang tahunnya.[6]

Lanny meninggal dunia pada tanggal 29 Februari 2024 dan jenazahnya dikremasi pada 4 Maret.[1][6]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 Ludus, Ludus. "Legenda Loncat Indah Asian Games 1962 Lanny Gumulya Tutup Usia". ludus.id. Ludus. Diakses tanggal 7 Maret 2024.
  2. 1 2 Mailoa, Melisa; Liberti, Pasti. "BUNG KARNO DAN MELATI DARI LANNY". detik.com. Detik. Diakses tanggal 7 Maret 2024.
  3. 1 2 3 Wardayati, K. Tatik. "Lanny Gumulya Peloncat Indah Asian Games 1962 yang Serba Bisa dan Berhasil dalam Olahraga maupun Kehidupan Rumah Tangga". intisari.grid.id. Intisari. Diakses tanggal 7 Maret 2024.
  4. ↑ Hanyokrokusumo, Gabriella. "Mantan Atlet Loncat Indah Lanny Gumulya Tutup Usia, Pernah Raih Medali Emas di Asian Games 1962". pinusi.com. Pinusi. Diakses tanggal 7 Maret 2024.
  5. ↑ Tempo, Tempo. "MENOLAK JADI PELATIH". datatempo.co. Tempo. Diakses tanggal 7 Maret 2024.
  6. 1 2 Kabar Senayan, Kabar Senayan. "Peraih Medali Emas Loncat Indah Lanny Gumulya Meninggal Dunia". kabarsenayan.com. Kabar Senayan. Diakses tanggal 7 Maret 2024.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan