Senin, 19 Oktober 2026
20:22 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Lalat Tsetse

Lalat Tsetse

genus serangga

Bagikan:
Lalat tsetse (Glossina)
250px-Glossina_morsitans_MKL_Bd._16_1890_%28128536499%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Subfilum:
Kelas:
Subkelas:
Infrakelas:
Superordo:
Ordo:
Subordo:
Subseksi:
Superfamili:
Famili:
Glossinidae

Theobald, 1903
Genus:
Glossina

Wiedemann, 1830
Kelompok spesies
  • morsitans (spesies "sabana")
  • fusca (spesies "hutan")
  • palpalis (spesies "sungai")
Artikel takson sembarang

Lalat Tsetse (diucapkan sebagai /ts/i-/ts/i,, or set-si, juga dieja sebagai tzetze atau tsetze) merupakan lalat berukuran besar dari Afrika yang hidup dari darah vertebrata serta dapat menggigit manusia. Tsetse mencakup semua spesies dalam genus Glossina, yang biasanya digolongkan dalam famili tersendiri, Glossinidae.

Lalat tsetse merupakan vektor penyakit trypanosomiasis yang menyerang manusia dan binatang ternak. Penyakit ini lebih dikenal sebagai penyakit tidur.

Penyerangan yang dilakukan oleh lalat ini adalah dengan meninggalkan hemoflagellata (protozoa yang hidup di darah dan menggunakan flagela atau bulu cambuk sebagai alat geraknya) pada korban. Hemoflagellata tersebut akan menyerang bagian otak korban yang dibawa oleh aliran darah, sehingga korban akan mengalami penyakit tidur. Salah satu gejala umum dari penyakit ini adalah rasa kantuk yang berlebihan di siang hari, tetapi tidak dapat tidur di malam hari (insomnia). Penyakit ini dapat berakhir dengan kematian.

Ciri-ciri lalat tsetse adalah gaya terbang diam di tempat yang sama dalam waktu yang lama. Bagian ekor lalat tsetse memiliki belang berwarna gradasi dari kuning ke hijau dan hitam.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan