Senin, 02 November 2026
10:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Laksamana Do Re Mi

Bagikan:

Laksamana Do Re Mi adalah sebuah film komedi fantasi Melayu yang diproduksi oleh Studio Film Merdeka di Malaysia pada tahun 1972 dan mulai ditayangkan pada 12 Mei 1973. Film ini diproduksi dalam bentuk film hitam putih tanpa warna. Film ini adalah film terakhir yang disutradarai dan dibintangi oleh P. Ramlee sebelum ia meninggal dunia setahun kemudian.[1]

Sinopsis

Film ini mengisahkan tiga pria pengangguran yang diusir dari rumah mereka di atas pohon dan memutuskan untuk merantau. Mereka menyelamatkan Putri Bunian, Putri Buloh Betong, yang memberi mereka tiga hadiah: tikar terbang, teropong sakti, dan harmonika hikmat. Dengan hadiah ini, mereka pergi ke negara Pasir Berdengung untuk menjadi laksamana dan berhasil. Mereka kemudian diminta untuk membantu negara Pasir Dua Butir melawan Menteri Fasola, yang memberontak setelah lamarannya ditolak oleh Sultan. Dengan bantuan Putri Buloh Betong, mereka berhasil mengalahkan Fasola dan membawa Putri Puncak Mahligai kembali ke negaranya.

Namun, setibanya di Pasir Berdengung, Raja terpikat oleh kecantikan Putri Puncak Mahligai dan menjadikannya permaisuri. Sebagai gantinya, Raja menawarkan tiga dayang istana kepada ketiga laksamana, tetapi mereka menolak dan lari karena tidak tertarik. Moral dari cerita ini adalah untuk melakukan sesuatu dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan, karena kebaikan akan datang dari perbuatan yang tulus.

Pemeran

Pemeran utama

Pemeran pembantu

  • Hussein Abu Hassan sebagai Menteri Fasola @ Jason King (antagonis utama).
  • Idris Hashim sebagai Penasihat Kerajaan Pasir Dua Butir
  • Noorizan sebagai Permaisuri Kerajaan Pasir Dua Butir
  • C. M. Bakar sebagai Raja Kerajaan Pasir Dua Butir
  • Ramli Ismail (Ramli Kechik) sebagai Perdana Menteri Kerajaan Pasir Berdengung
  • Osman Botak sebagai Kepala Laksamana di Gelanggang
  • Bakar Kerinting sebagai Laksamana di Gelanggang
  • Bakar M. sebagai Tuan Tanah Kebun / Tuan Tanah Kedaun
  • A. K. Jailani sebagai Polisi
  • Mak Enon sebagai Dayang Istana
  • Minah Yem sebagai Dayang Istana

Pemeran tambahan

  • Said Daud sebagai Tukang Gaji Pokok
  • Yusof Haslam sebagai Penonton Pertandingan

Lagu

  • Bujang Merempat nyanyian P. Ramlee, A. R. Tompel & Ibrahim Din
  • Miyoto Kaino Sora Akete nyanyian P. Ramlee, A. R. Tompel & Ibrahim Din
  • Malam Tak Bergema - Saloma

Referensi

  1. ↑ Kai Khiun Liew, Stephen Teo - Singapore Cinema: New Perspectives - Page 16 1317407482 2016 "sequels, Nasib Do Re Mi (The Fate of Do Re Mi, 1966) and Laksamana Do Re Mi (Admirals Do Re Mi, 1972), which was P. Ramlee's last film"
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan