Selasa, 22 September 2026
05:52 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Lai

Lai

jenis durian hutan yang berasal dari pulau Kalimantan

Untuk jenis lainnya, lihat Durian.
Lay / Pampaken
330px-Buah_paken.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lai atau paken Durio kutejensis;
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae
Genus: Durio
Spesies:
D. kutejensis
Nama binomial
Durio kutejensis
Sinonim

Lahia kutejensis Hassk.

Lai adalah tumbuhan buah sejenis durian.[1] Jenis ini juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti durian kuning', durian tinggang, durian pulu, nyekak, ruas, papaken, sekawi, pekawai, dan lain-lain, dengan nama ilmiah Durio kutejensis (kutejensis (Adj.) = "berasal dari Kutai").[1] Durian jenis ini memiliki ciri khas, yakni tidak mengeluarkan bau menyengat dari dalam buahnya, sebagaimana durian pada umumnya.

Karakteristik Lai

Pohon berukuran sedang, dengan tinggi mencapai 24 m dan gemang 40 cm.[1]

Daun-daun pohon lai sama dengan durian pada umumnya, tetapi memiliki daun yang ukurannya lebih besar dan tebal. Panjang daunnya bisa mencapai 20–25 cm, dengan lebar 5–7 cm. Bunga besar, berwarna merah, berbau bangkai ketika mekar.[2] Bunga ini diserbuki baik oleh lebah madu hutan, burung, maupun kelelawar.[3]

Buah kapsul serupa durian, beruang lima, berbentuk bulat telur hingga lonjong, kuning kusam, dengan duri-duri yang agak membengkok.[1] Biji lonjong, cokelat mengilap, terbungkus oleh daging buah (arilus) yang berwarna kuning atau jingga, agak kering, manis dan berbau enak.[1] Buahnya kecil sampai sedang (1–2 kg), bertangkai pendek, berwarna hijau muda atau hijau kekuningan saat mentah.[4]

Varietas

Beberapa kultivar lai sudah beredar di masyarakat, baik yang sudah dilepas sebagai kultivar unggul maupun yang belum dilepas, di antaranya adalah 'Lai Mas', 'Lai Kayan', 'Lai Rencong', 'Lai Nangka', dan 'Lai Batuah'.[2] 'Lai Mas' merupakan kultivar yang pertama kali diperkenalkan ke umum. Walaupun belum dilepas sebagai varietas unggul, ia sudah cukup dikenal.[2] Di Taman Buah Mekarsari, varietas ini telah ditanam cukup banyak dan sudah berproduksi.[2] Pada musim buah, Lai menjadi salah satu daya tarik dalam pesta kebun bertema durian.[2] 'Lai Kayan', 'Lai Rencong', 'Lai Nangka', dan 'Lai Batuah' merupakan kultivar lai yang terbilang baru dan telah dilepas sebagai varietas unggul dari Kalimantan Timur.[2] Mereka sekarang sedang mulai dikembangkan. Beberapa kebun telah menghasilkan dan ternyata cukup diminati konsumen.[2] Informasi terbaru, varietas ini juga diminati oleh eksportir dari Singapura dan Malaysia.[2] Masih banyak lagi Lai yang tersebar di kawasan lain di Kalimantan yang belum dieksplorasi atau dipromosikan ke umum.[2]

Ekologi dan Penyebaran

Habitat asli pohon ini adalah hutan lereng berbukit di pedalaman Kalimantan bagian tengah.[1] Di daerah Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Tengah, buah ini disebut papaken.[5] Pohon ini merupakan pohon penyusun lapisan tajuk tengah, yang tumbuh di bawah lindungan atap tajuk (kanopi) hutan.[6]

Buah ini ditanam di berbagai wilayah Kalimantan, dan diintroduksi ke Queensland. Di Brunei Darussalam, buah ini lebih disukai oleh orang lokal daripada durian biasa.[6]

Referensi

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Durio kutejensis.
  1. 1 2 3 4 5 6 Verheij, E.W.M. dan R.E. Coronel (eds.). 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang dapat dimakan. PROSEA – Gramedia. Jakarta. ISBN 979-511-672-2. Hal. 427-428.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lai, durian berwarna daging atraktif Diarsipkan 2015-04-23 di Wayback Machine. diakses 9 April 2015
  3. Yumoto, Takakazu (2000). "Bird-pollination of Three Durio Species (Bombacaceae) in a Tropical Rainforest in Sarawak, Malaysia". American Journal of Botany. 87 (8): p. 1181–1188.{{cite journal}}: |pages= memiliki teks tambahan
  4. Lai durian dengan aroma lebih ramah Diarsipkan 2014-03-09 di Wayback Machine. diakses 9 April 2015
  5. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur. 2009. Identifikasi Komoditas Unggulan Lokal Provinsi Kalimantan Timur. Samarinda: Distan.
  6. 1 2 M.B. Osman, Z.A. Mohamed, S. Idris and R. Aman (1995). "Tropical fruit production and genetic resources in Southeast Asia: Identifying the priority fruit species". International Plant Genetic Resources Institute (IPGRI). ISBN 92-9043-249-7. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-09-30. Diakses tanggal 2007-03-14.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan