Rabu, 07 Oktober 2026
01:23 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan

Laeti

Bagikan:

Laeti /ˈlɛtaɪ/, bentuk jamak dari laetus /ˈliːtəs/, adalah istilah yang digunakan pada masa akhir Kekaisaran Romawi. Istilah ini mengacu kepada komunitas barbari ("barbar") dari luar kekaisaran yang diizinkan menetap di wilayah kekaisaran dan juga diberikan tanah, dan sebagai imbalannya mereka harus menyediakan anggota baru untuk militer baru.[1] Asal-usul istilah laetus masih belum pasti, tetapi artinya adalah "beruntung" atau "bahagia" dalam bahasa Latin. Kemungkinan istilah ini adalah kata non-Latin yang berasal dari bahasa Jermanik yang berarti "hamba" atau "pendatang setengah bebas".[2] Beberapa ahli lain membuat hipotesis bahwa istilah ini berasal dari rumpun bahasa Kelt atau Iran.[3]

Asal-usul

Laeti kemungkinan merupakan kelompok pendatang yang berasal dari suku-suku di luar perbatasan kekaisaran. Suku-suku ini telah berperang melawan Kekaisaran Romawi semenjak perbatasan utara kekaisaran telah distabilkan oleh Kaisar Augustus pada awal abad ke-1. Suku-suku di bagian barat merupakan suku-suku Jermanik. Namun, tidak ada sumber sejarah yang menyebutkan laeti di bagian timur Kekaisaran.[4] Istilah laeti baru disebutkan di dalam dokumen tertulis pada akhir abad ke-3 dan awal abad ke-4.

Walaupun sumber sejarah hanya menyebutkan laeti dari abad ke-4, kemungkinan pendahulunya sudah ada pada abad ke-2: sejarawan Dio Cassius dari abad ke-3 melaporkan bahwa Kaisar Marcus Aurelius (berkuasa 161–180) menyerahkan tanah di wilayah perbatasan Germania, Pannonia, Moesia, dan Dacia, kepada kelompok-kelompok Marcomanni, Quadi dan Iazyges yang ditangkap pada masa Peperangan Marcommani. Bahkan ada pula yang diberikan tanah di wilayah Italia sendiri, walaupun belakangan Marcus Aurelius mengusir mereka setelah satu kelompok memberontak dan sempat merebut kota Ravenna.[5]

Catatan kaki

  1. ↑ Goldsworthy (2000) 215
  2. ↑ Walde & Hofmann (1965) Bd. 1. A - L. 4. Aufl.
  3. ↑ Neue Pauly-Wissowa Laeti
  4. ↑ Jones (1964) 620
  5. ↑ Dio Cassius LXXI.11


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan