Kamis, 05 November 2026
12:36 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Laba

konsep ekonomi

Bagikan:
Untuk hewan berjenis arthropoda, lihat laba-laba.

Laba atau keuntungan (bahasa Inggris:profit) dapat didefinisikan dengan dua cara, yang pertama laba dalam ilmu ekonomi adalah selisih antara pendapatan dengan total biaya (biaya implisit maupun biaya eksplisit). Biaya implisit termasuk biaya kesempatan yang terjadi ketika perusahaan memilih untuk menggunakan faktor produksi tertentu.[1] Sementara itu, laba dalam akuntansi didefinisikan sebagai selisih antara harga penjualan dengan biaya produksi.

Laba merupakan elemen yang paling menjadi pusat perhatian karena angka laba diharapkan cukup untuk merepresentasi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Akan tetapi, teori akuntansi sampai saat ini belum mencapai kemantapan dalam pemaknaan dan pengukuran laba. Oleh karena itu, berbeda dengan elemen air statemen keuangan lainnya, pembahasan laba meliputi tiga tataran, yaitu: semantik, sintaktik, dan pragmatik.

Falsafah yang berkaitan dengan laba ada tiga, yaitu falsafah maksimalisasi, falsafah optimalisasi dan falsafah seadanya. Hizkia Ratag

Falsafah

Falsafah maksimalisasi

Falsafah maksimalisasi berarti bahwa pencarian keuntungan harus dalam kondisi sebanyak mungkin dengan cara apa pun. Falsafah ini umumnya diterapkan pada buruh dengan upah yang rendah. Sifat dari falsafah maksimalisasi adalah tidak etis, Risikonya juga besar terkait terbentuknya hubungan yang tidak harmonis antara pemberi kerja dan pekerja. Falsafah ini umumnya digunakan oleh pengusaha yang kikir atau belum berpengalaman dalam kewiraswastaan.[2]

Falsafah optimalisasi

Falsafah optimalisasi berarti bahwa pencarian keuntungan dalam kisaran keseimbangan antara banyak dan sedikit. Sifat utamanya adalah mengutamakan sikap manusiawi dan pemberian perhatian kepada tenaga kerja. Falsafah optimalisasi membentuk hubungan yang harmonis antara pemberi kerja dan pekerja sehingga keamanan dalam usaha dapat terjamin. Salah satu contoh penerapannya adalah hubungan antara produser dengan pemeran dalam pembuatan film.[2]

Falsafah seadanya

Falsafah seadanya berarti bahwa tidak ada ketetapan maupun pertimbangan dalam pencarian keuntungan. Batas minimal keuntungan hanya sampai tidak menimbulkan kerugian. Sifat dari falsafah seadanya adalah keuntungan tidak meningkat, perolehan keuntungan sangat lama, dan peluang merugi yang tinggi.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Laba Ekonomi: Konsep, Formula, Dan Faktor yang Mempengaruhi". Cerdasco. (dalam bahasa American English). 2020-09-01. Diakses tanggal 2020-10-27.
  2. 1 2 3 Jati, B. M. E., dan Pryambodo, T. K. (2015). Maya (ed.). Kewirausahaan: Technopreneurship untuk Mahasiswa Ilmu-ilmu Eksakta. Yogyakarta: Penerbit ANDI Yogyakarta. hlm. 21. ISBN 978-979-29-5138-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan