Senin, 21 September 2026
08:36 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Laba

konsep ekonomi

Untuk hewan berjenis arthropoda, lihat laba-laba.

Laba atau keuntungan (bahasa Inggris:profit) dapat didefinisikan dengan dua cara, yang pertama laba dalam ilmu ekonomi adalah selisih antara pendapatan dengan total biaya (biaya implisit maupun biaya eksplisit). Biaya implisit termasuk biaya kesempatan yang terjadi ketika perusahaan memilih untuk menggunakan faktor produksi tertentu.[1] Sementara itu, laba dalam akuntansi didefinisikan sebagai selisih antara harga penjualan dengan biaya produksi.

Laba merupakan elemen yang paling menjadi pusat perhatian karena angka laba diharapkan cukup untuk merepresentasi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Akan tetapi, teori akuntansi sampai saat ini belum mencapai kemantapan dalam pemaknaan dan pengukuran laba. Oleh karena itu, berbeda dengan elemen air statemen keuangan lainnya, pembahasan laba meliputi tiga tataran, yaitu: semantik, sintaktik, dan pragmatik.

Falsafah yang berkaitan dengan laba ada tiga, yaitu falsafah maksimalisasi, falsafah optimalisasi dan falsafah seadanya. Hizkia Ratag

Falsafah

Falsafah maksimalisasi

Falsafah maksimalisasi berarti bahwa pencarian keuntungan harus dalam kondisi sebanyak mungkin dengan cara apa pun. Falsafah ini umumnya diterapkan pada buruh dengan upah yang rendah. Sifat dari falsafah maksimalisasi adalah tidak etis, Risikonya juga besar terkait terbentuknya hubungan yang tidak harmonis antara pemberi kerja dan pekerja. Falsafah ini umumnya digunakan oleh pengusaha yang kikir atau belum berpengalaman dalam kewiraswastaan.[2]

Falsafah optimalisasi

Falsafah optimalisasi berarti bahwa pencarian keuntungan dalam kisaran keseimbangan antara banyak dan sedikit. Sifat utamanya adalah mengutamakan sikap manusiawi dan pemberian perhatian kepada tenaga kerja. Falsafah optimalisasi membentuk hubungan yang harmonis antara pemberi kerja dan pekerja sehingga keamanan dalam usaha dapat terjamin. Salah satu contoh penerapannya adalah hubungan antara produser dengan pemeran dalam pembuatan film.[2]

Falsafah seadanya

Falsafah seadanya berarti bahwa tidak ada ketetapan maupun pertimbangan dalam pencarian keuntungan. Batas minimal keuntungan hanya sampai tidak menimbulkan kerugian. Sifat dari falsafah seadanya adalah keuntungan tidak meningkat, perolehan keuntungan sangat lama, dan peluang merugi yang tinggi.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. "Laba Ekonomi: Konsep, Formula, Dan Faktor yang Mempengaruhi". Cerdasco. (dalam bahasa American English). 2020-09-01. Diakses tanggal 2020-10-27.
  2. 1 2 3 Jati, B. M. E., dan Pryambodo, T. K. (2015). Maya (ed.). Kewirausahaan: Technopreneurship untuk Mahasiswa Ilmu-ilmu Eksakta. Yogyakarta: Penerbit ANDI Yogyakarta. hlm. 21. ISBN 978-979-29-5138-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan