Senin, 28 September 2026
20:12 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
La Bayamesa

La Bayamesa

salah satu lagu kebangsaan

El Himno de Bayamo
250px-Coat_of_arms_of_Cuba.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lagu kebangsaan  Kuba
AliasLa Bayamesa
Penulis lirikPerucho Figueredo
KomponisPerucho Figueredo (not pengantar musik: Antonio Rodriguez-Ferrer), 1867
Penggunaan1902
Sampel audio
El Himno de Bayamo (instrumental)

El Himno de Bayamo adalah lagu kebangsaan Kuba. Lagu ini pertama kali dimainkan saat Perang Bayamo pada tahun 1868. Perucho Figueredo, yang turut serta dalam perang tersebut, menulis lirik dan mengarang musik lagu ini. Melodi lagu yang juga dikenal sebagai La Bayamesa juga dikarang oleh Perucho Figueredo pada tahun 1867.

Lirik

Lirik asli lagu ini memiliki enam bait. Empat bait terakhir kemudian ditiadakan pada 1902 karena liriknya yang cenderung merendahkan martabat Spanyol. Bait-bait yang ditiadakan pada lirik berikut ditandai dengan cetak miring.

Bahasa Spanyol

¡Al combate, corred, Bayameses!,
Que la patria os contempla orgullosa;
No temáis una muerte gloriosa,
Que morir por la patria es vivir.
En cadenas vivir es vivir
En afrenta y oprobio sumidos,
Del clarín escuchad el sonido;
¡A las armas, valientes, corred!
No temáis; los feroces íberos
Son cobardes cual todo tirano
No resisten al bravo cubano;
Para siempre su imperio cayó.
¡Cuba libre! Ya España murió,
Su poder y su orgullo ¿do es ido?
Del clarín escuchad el sonido
¡A las armas, valientes, corred!
Contemplad nuestras huestes triunfantes
Contemplad a ellos caídos,
Por cobardes huyen vencidos:
Por valientes, supimos triunfar!
¡Cuba libre! podemos gritar
Del cañón al terrible estampido.
Del clarín escuchad el sonido,
¡A las armas, valientes, corred!

Terjemahan Bahasa Indonesia

Angkat senjatamu, lelaki Bayamo,
Ibu Pertiwi melihatmu dengan penuh kebanggaan;
Jangan takut akan kematian yang mulia,
Kerana mati untuk tanah air adalah untuk hidup.
Untuk hidup dalam belenggu,
Adalah untuk hidup dalam rasa malu dan hinaan,
Dengar bunyi semboyan itu;
Ayo, pemberani, berperang!
Jangan takut dengan (pasukan) Iberia yang ganas
Mereka itu pengecut seperti tirani manapun
Mereka tidak bisa melawan orang Kuba yang bersemangat
Kekaisaran mereka telah selamanya jatuh.
Kuba Merdeka! Spanyol telah mati,
Kekuatan dan kesombongan mereka, kemanakah perginya?
Dengar bunyi semboyan itu
Larilah, para pemberani, menuju pertempuran!
Lihatlah pasukan kemenangan kami
Lihatlah mereka (Spanyol) yang telah jatuh
Sebagai pengecut mereka lari dengan kekalahan:
Karena keberanian, kami raih kemenangan kami.
Kuba Merdeka! kami bisa teriaki,
Dari deru meriam yang mengerikan.
Dengar bunyi semboyan itu,
Larilah, para pemberani, menuju pertempuran!


Ikon rintisan

Artikel bertopik lagu, musik, atau alat musik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan