Sabtu, 24 Oktober 2026
10:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
La Bayamesa

La Bayamesa

salah satu lagu kebangsaan

Bagikan:
El Himno de Bayamo
250px-Coat_of_arms_of_Cuba.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lagu kebangsaan  Kuba
AliasLa Bayamesa
Penulis lirikPerucho Figueredo
KomponisPerucho Figueredo (not pengantar musik: Antonio Rodriguez-Ferrer), 1867
Penggunaan1902
Sampel audio
El Himno de Bayamo (instrumental)

El Himno de Bayamo adalah lagu kebangsaan Kuba. Lagu ini pertama kali dimainkan saat Perang Bayamo pada tahun 1868. Perucho Figueredo, yang turut serta dalam perang tersebut, menulis lirik dan mengarang musik lagu ini. Melodi lagu yang juga dikenal sebagai La Bayamesa juga dikarang oleh Perucho Figueredo pada tahun 1867.

Lirik

Lirik asli lagu ini memiliki enam bait. Empat bait terakhir kemudian ditiadakan pada 1902 karena liriknya yang cenderung merendahkan martabat Spanyol. Bait-bait yang ditiadakan pada lirik berikut ditandai dengan cetak miring.

Bahasa Spanyol

¡Al combate, corred, Bayameses!,
Que la patria os contempla orgullosa;
No temáis una muerte gloriosa,
Que morir por la patria es vivir.
En cadenas vivir es vivir
En afrenta y oprobio sumidos,
Del clarín escuchad el sonido;
¡A las armas, valientes, corred!
No temáis; los feroces íberos
Son cobardes cual todo tirano
No resisten al bravo cubano;
Para siempre su imperio cayó.
¡Cuba libre! Ya España murió,
Su poder y su orgullo ¿do es ido?
Del clarín escuchad el sonido
¡A las armas, valientes, corred!
Contemplad nuestras huestes triunfantes
Contemplad a ellos caídos,
Por cobardes huyen vencidos:
Por valientes, supimos triunfar!
¡Cuba libre! podemos gritar
Del cañón al terrible estampido.
Del clarín escuchad el sonido,
¡A las armas, valientes, corred!

Terjemahan Bahasa Indonesia

Angkat senjatamu, lelaki Bayamo,
Ibu Pertiwi melihatmu dengan penuh kebanggaan;
Jangan takut akan kematian yang mulia,
Kerana mati untuk tanah air adalah untuk hidup.
Untuk hidup dalam belenggu,
Adalah untuk hidup dalam rasa malu dan hinaan,
Dengar bunyi semboyan itu;
Ayo, pemberani, berperang!
Jangan takut dengan (pasukan) Iberia yang ganas
Mereka itu pengecut seperti tirani manapun
Mereka tidak bisa melawan orang Kuba yang bersemangat
Kekaisaran mereka telah selamanya jatuh.
Kuba Merdeka! Spanyol telah mati,
Kekuatan dan kesombongan mereka, kemanakah perginya?
Dengar bunyi semboyan itu
Larilah, para pemberani, menuju pertempuran!
Lihatlah pasukan kemenangan kami
Lihatlah mereka (Spanyol) yang telah jatuh
Sebagai pengecut mereka lari dengan kekalahan:
Karena keberanian, kami raih kemenangan kami.
Kuba Merdeka! kami bisa teriaki,
Dari deru meriam yang mengerikan.
Dengar bunyi semboyan itu,
Larilah, para pemberani, menuju pertempuran!


Ikon rintisan

Artikel bertopik lagu, musik, atau alat musik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan