Minggu, 27 September 2026
15:59 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Lembaga Pemasyarakatan Cipinang

Lembaga Pemasyarakatan Cipinang
osm-intl,10,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Lembaga_Pemasyarakatan_Cipinang&revid=29955595&groups=_43df056fa67e79dade9bce9050e137ffbd7bb767&parser=parsoid
Peta interaktif Lembaga Pemasyarakatan Cipinang
Kelas keamananI
Kapasitas1.500[1]
Populasi4.000(per 2007[1])
KotaJakarta Timur
ProvinsiDKI Jakarta
NegaraIndonesia
Situs weblapascipinang.kemenkumham.go.id
Tahanan ternama
Pramoedya Ananta Toer, Xanana Gusmão, Abu Bakar Ba'asyir

Lembaga Pemasyarakatan Cipinang (Lapas Cipinang), adalah sebuah penjara (Lembaga Pemasyarakatan) dengan pengamanan tingkat atas di Jakarta, Indonesia.

Sejarah

Penjara ini dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada masa Kebangkitan Nasional Indonesia untuk memenjarakan pemimpin-pemimpin nasionalis seperti Mohammad Hatta. Setelah kemerdekaan Indonesia, novelis Pramoedya Ananta Toer ditangkap pada tahun 1961 dan dipenjarakan di Cipinang selama hampir satu tahun tanpa proses pengadilan karena mengkritik kebijakan anti-Tionghoa pemerintahan Presiden Soekarno.[2]

Organisasi hak asasi manusia seperti Amnesty International dan Human Rights Watch menduga bahwa pemerintahan Soeharto menggunakan Cipinang dan penjara lainnya untuk membungkam pembangkang dari masa pemerintahan Soekarno dan Irian Jaya.[3] Dalam laporan tahunan 2005, AI juga mengemukakan mengenai penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap para tahanan di Cipinang dan penjara lainnya. Organisasi ini mengungkapkan:

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh organisasi nonpemerintah, lebih dari 81 persen tahanan yang ditangkap antara bulan Januari 2003 dan April 2005 di rumah tahanan Salemba, Cipinang, dan Pondok Bambu, disiksa atau diperlakukan dengan buruk. Sekitar 64 persen tahanan disiksa atau diperlakukan dengan buruk saat diinterogasi, 43 persen saat penangkapan, dan 25 persen saat penahanan.[4]

Pada masa pendudukan Indonesia atas Timor Timur, aktivis kemerdekaan Timor Timur seperti Xanana Gusmão (kelak Presiden Timor Leste) dijebloskan ke penjara ini. Sedangkan yang lainnya ditahan di Cipinang karena kegiatan politiknya, termasuk para pembangkang politik seperti Asep Suryaman[5] Sri Bintang Pamungkas, dan pemimpin buruh Muchtar Pakpahan.[6] Setelah lengsernya Soeharto pada tahun 1998, presiden baru B.J. Habibie membebaskan Pamungkas, Pakpahan, dan Gusmão.[7]

Abu Bakar Ba'asyir, pemimpin spiritual kelompok teroris Jamaah Islamiyah, dijebloskan ke Cipinang. Ia dibebaskan setelah ditahan selama 2 tahun 2 bulan atas dakwaan konspirasi dalam peristiwa Bom Bali 2002.

Kondisi terkini

Lapas Cipinang menampung 4.000 tahanan di sel yang dirancang untuk menampung 1.500 tahanan.[8] Tahanan yang memiliki koneksi bagus sering kali memperoleh fasilitas dan akomodasi yang superior.[9]

Galeri

  • Foto pembangunan Lapas Cipinang di Meester Cornelis, Batavia (saat ini Jatinegara, Jakarta) sekitar tahun 1922
    Foto pembangunan Lapas Cipinang di Meester Cornelis, Batavia (saat ini Jatinegara, Jakarta) sekitar tahun 1922
  • Foto udara tempo dulu Lapas Cipinang dan Stasiun Cipinang dari sisi selatan menghadap ke utara
    Foto udara tempo dulu Lapas Cipinang dan Stasiun Cipinang dari sisi selatan menghadap ke utara

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 http://www.thejakartapost.com/detailweekly.asp?fileid=20070801.@02 Diarsipkan 2007-09-29 di Wayback Machine. The Jakarta Post August 1, 2007 "Two inmates killed in gang fight"
  2. ↑ from the Jakarta Post "Author Pramoedya in a coma" April 30, 2006
  3. ↑ Amnesty International article[pranala nonaktif permanen]; Human Rights Watch Report
  4. ↑ "Amnesty International Annual Report for Indonesia, 2005". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-08-07. Diakses tanggal 2014-06-07.
  5. ↑ Amnesty International https://web.archive.org/web/20060625082110/http://web.amnesty.org/library/Index/ENGASA210011998?open&of=ENG-376
  6. ↑ iht.com: But the Pressure for Change May Be Irreversible: Jakarta Faces a Long Slog To Establish Democracy International Herald Tribune, May 27, 1998.
  7. ↑ iht.com: But the Pressure for Change May Be Irreversible: Jakarta Faces a Long Slog To Establish Democracy International Herald Tribune, May 27, 1998. See also: Rights and Democracy "Muchtar Pakpahan, leading Indonesian political prisoner, is released from prison" http://www.dd-rd.ca/site/media/index.php?id=437&subsection=news
  8. ↑ http://www.thejakartapost.com/detailweekly.asp?fileid=20070801.@02 Diarsipkan 2007-09-29 di Wayback Machine. Jakarta Post August 1, 2007 "Two inmates killed in gang fight"
  9. ↑ "Return of the Cendana Prince," by Tempo magazine Diarsipkan 2007-09-27 di Wayback Machine.; also posted: www.kabar-irian.info Diarsipkan 2007-10-07 di Wayback Machine.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan