Kamis, 05 November 2026
16:47 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Oksigen cair

Oksigen cair

bentuk fisik unsur oksigen

Bagikan:

Oksigen cair (disingkat LOx, LOX atau Lox) dalam industri dirgantara, kapal selam dan gas adalah salah satu bentuk fisik unsur oksigen.

250px-Liquid_oxygen_in_a_beaker_%28cropped_and_retouched%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Segelas oksigen cair mendidih
250px-Liquid_oxygen_in_a_magnet_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Oksigen cair di antara dua kutub magnet

Oksigen cair berwarna biru pucat dan sangat paramagnetik, tidak dapat ditarik magnet, terutama kekuatan kutub magnet tapal kuda.[1] Oksigen cair memiliki kerapatan 1.141 g/cm3 (1.141 kg/L) dan cryogenic dengan titik pembekuan 50.5 K (−368.77 °F, −222.65 °C) dan titik didih 90.19 K (−297.33 °F, −182.96 °C) pada 101.325 kPa (760 mmHg). Oksigen cair memiliki rasio ekspansi 1:861 bawah 1 standar atmosfer ( 100 kPa ) dan 20 °C (68 °F),[2][3] dan karena ini, ia digunakan dalam beberapa pesawat komersial dan militer sebagai sumber pernapasan oksigen.

Penggunaan

250px-LOX80.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penggunaan pada industri

Dalam perdagangan, oksigen cair diklasifikasikan sebagai gas industri dan secara luas digunakan untuk keperluan industri dan medis.

250px-SchemeLOX.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proses distilasi

Oksigen cair diperoleh dari oksigen yang ditemukan secara alami di udara dengan distilasi fraksional di sebuah pabrik pemisahan udara kriogenik.

250px-Morpheous_Project_liquid_methane-LOX_spacecraft_engine_test_2009.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Oksidator roket

Oksigen cair adalah kriogenik propelan cair oksidator umum untuk aplikasi roket pesawat ruang angkasa, biasanya dalam kombinasi dengan hidrogen cair atau minyak tanah.[4][5] Oksigen cair berguna dalam peran ini karena ia menciptakan impuls spesifik yang tinggi. Itu digunakan dalam aplikasi pertama roket seperti rudal V2 (dengan nama A-Stoff dan Sauerstoff) dan Redstone, R-7 Semyorka, booster Atlas, dan tahap pendakian dari roket Apollo Saturn. Oksigen cair juga digunakan dalam beberapa ICBM awal, meskipun ICBM lebih modern tidak menggunakan oksigen cair karena sifat kriogenik dan kebutuhan pengisian reguler untuk menggantikan boiloff membuat lebih sulit untuk mempertahankan dan meluncurkan cepat. Banyak roket modern menggunakan oksigen cair, termasuk mesin utama pada Space Shuttle.

Oksigen cair juga memiliki penggunaan yang luas dalam pembuatan peledak oxyliquit, tetapi jarang digunakan sekarang karena tingkat kecelakaan yang tinggi.[6]

Referensi

  1. ↑ (Inggris) John W. Moore; Conrad L. Stanitski; Peter C. Jurs (21 Januari 2009). Prinsip Kimia:Ilmu Molekul (Principles of Chemistry: The Molecular Science). Cengage Learning. hlm. 297–. ISBN 978-0-495-39079-4. Diakses tanggal 3 April 2011.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ (Inggris) Cryogenic Safety. chemistry.ohio-state.edu.
  3. ↑ Characteristics Diarsipkan 18 Februari 2012 di Wayback Machine. Lindecanada.com. Retrieved on 22 Juli 2012.
  4. ↑ (Inggris) Todd, David (November 20, 2012). "Musk goes for methane-burning reusable rockets as step to colonise Mars". FlightGlobal Hyperbola. Diakses tanggal November 22, 2012. "We are going to do methane." Musk announced as he described his future plans for reusable launch vehicles including those designed to take astronauts to Mars within 15 years, "The energy cost of methane is the lowest and it has a slight Isp (Specific Impulse) advantage over Kerosene" said Musk adding, "And it does not have the pain in the ass factor that hydrogen has". ... "SpaceX's initial plan will be to build a lox/methane rocket for a future upper stage codenamed Raptor. ... The new Raptor upper stage engine is likely to be only the first engine in a series of lox/methane engines. ... ".{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ (Inggris) Belluscio, Alejandro G. (7 Maret 2014). "SpaceX advances drive for Mars rocket via Raptor power". NASAspaceflight.com. Diakses tanggal Maret 13, 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Kalia, Susheel; Fu, Shao-Yun (2013-03-26). Polymers at Cryogenic Temperatures (dalam bahasa Inggris). Springer Science & Business Media. hlm. 190. ISBN 978-3-642-35335-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan