Selasa, 22 September 2026
04:21 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
LIGO

LIGO

pendeteksi gelombang-gravitasi

250px-Northern_leg_of_LIGO_interferometer_on_Hanford_Reservation.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kaki sebelah utara dari interferometer LIGO di Hanford Site

Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory ( LIGO) atau Observatorium Gelombang-Gravitasi Interferometer Laser adalah eksperimen fisika dan observatorium skala besar untuk mendeteksi gelombang gravitasi kosmik dan mengembangkan pengamatan gelombang gravitasi sebagai alat astronomi.[1] Dua observatorium besar dibangun di Amerika Serikat dengan tujuan mendeteksi gelombang gravitasi dengan interferometri laser. Alat ini dapat mendeteksi perubahan pada celah cermin sepanjang 4 km hingga kurang dari sepersepuluh ribu diameter muatan proton.[2]

Observatorium LIGO awalnya didanai oleh National Science Foundation (NSF) dan disusun, dibangun dan dioperasikan oleh Caltech dan MIT.[3][4] Mereka mengumpulkan data dari tahun 2002 hingga 2010 tetapi tidak ada gelombang gravitasi yang terdeteksi.

Proyek LIGO Lanjutan untuk meningkatkan detektor LIGO asli dimulai pada 2008 dan terus didukung oleh NSF, dengan kontribusi penting dari Dewan Fasilitas Sains dan Teknologi Inggris, Institut Max Planck Jerman, dan Dewan Penelitian Australia.[5][6] Detektor yang ditingkatkan mulai beroperasi pada 2015. Deteksi gelombang gravitasi dilaporkan pada tahun 2016 oleh LIGO Scientific Collaboration (LSC) dan Virgo Collaboration dengan partisipasi ilmuwan internasional dari beberapa universitas dan lembaga penelitian. Para ilmuwan yang terlibat dalam proyek dan analisis data untuk astronomi gelombang gravitasi diorganisir oleh LSC, yang mencakup lebih dari 1.000 ilmuwan di seluruh dunia,[7][8][9] serta 440.000 pengguna Einstein@Home aktif HinggaDesember 2016[update].[10]

LIGO adalah proyek terbesar dan paling ambisius yang pernah didanai oleh NSF.[11][12] Pada 2017, Hadiah Nobel dalam Fisika dianugerahkan kepada Rainer Weiss, Kip Thorne dan Barry C. Barish "untuk kontribusi yang menentukan bagi detektor LIGO dan pengamatan gelombang gravitasi."[13]

Pada Desember 2018, LIGO telah melakukan sebelas deteksi gelombang gravitasi, yang sepuluh diantaranya berasal dari penggabungan lubang hitam biner. Peristiwa lainnya adalah deteksi pertama tabrakan dua bintang neutron, pada 17 Agustus 2017 yang secara bersamaan menghasilkan sinyal optik yang dapat dideteksi oleh teleskop konvensional. Semua sebelas peristiwa diamati dalam data dari langkah pengamatan pertama dan kedua dari LIGO Lanjutan.[14]

Observatorium

LIGO mengoperasikan dua gelombang observatorium gravitasi secara serempak: Observatorium LIGO Livingston ( 30°33′46.42″N 90°46′27.27″W / 30.5628944°N 90.7742417°W / 30.5628944; -90.7742417 ) di Livingston, Louisiana, dan Observatorium LIGO Hanford , di DOE Hanford Site ( 46°27′18.52″N 119°24′27.56″W / 46.4551444°N 119.4076556°W / 46.4551444; -119.4076556 ), terletak dekat Richland, Washington. Observatorium ini dipisahkan oleh jarak sejauh 3.002 kilometer (1.865 mil) garis lurus melalui bagian dalam bumi, dan sejuah 3.030 kilometer (1.883 mil) jika melalui permukaan bumi. Karena gelombang gravitasi diperkirakan bergerak dengan kecepatan cahaya, jarak ini sesuai dengan perbedaan waktu kedatangan gelombang gravitasi hingga sepuluh milidetik. Melalui penggunaan trilaterasi, perbedaan waktu kedatangan membantu menentukan sumber gelombang, terutama ketika instrumen serupa ketiga seperti Virgo, yang terletak pada jarak yang bahkan lebih jauh di Eropa, ditambahkan.[15]

Lihat pula

Referensi

  1. Barish, Barry C.; Weiss, Rainer (Oktober 1999). "LIGO and the Detection of Gravitational Waves". Physics Today. 52 (10): 44. Bibcode:1999PhT....52j..44B. doi:10.1063/1.882861.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Facts". LIGO. This is equivalent to measuring the distance from Earth to the nearest star to an accuracy smaller than the width of a human hair! (that is, to Proxima Centauri at 4.0208×1013 km).
  3. "LIGO Lab Caltech MIT". Diakses tanggal 24 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "LIGO MIT". Diakses tanggal 24 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. "Major research project to detect gravitational waves is underway". University of Birmingham News. University of Birmingham. Diakses tanggal 28 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Shoemaker, David (2012). "The evolution of Advanced LIGO" (PDF). LIGO Magazine (1): 8.
  7. "Revolutionary Grassroots Astrophysics Project "Einstein@Home" Goes Live". Diakses tanggal 3 Maret 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. "LSC/Virgo Census". myLIGO. Diakses tanggal 28 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Castelvecchi, Davide (15 September 2015), "Hunt for gravitational waves to resume after massive upgrade: LIGO experiment now has better chance of detecting ripples in space-time", Nature, 525 (7569): 301–302, Bibcode:2015Natur.525..301C, doi:10.1038/525301a, PMID 26381963{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. "BOINCstats project statistics". Diakses tanggal 14 Desember 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. Larger physics projects in the United States, such as Fermilab, have traditionally been funded by the Department of Energy.
  12. "LIGO: The Search for Gravitational Waves". www.nsf.gov (dalam bahasa Inggris). National Science Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-09-15. Diakses tanggal 3 September 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. "The Nobel Prize in Physics 2017". Nobel Foundation.
  14. "GWTC-1: A Gravitational-Wave Transient Catalog of Compact Binary Mergers Observed by LIGO and Virgo during the First and Second Observing Runs".{{cite arXiv}}: |arxiv= diperlukan
  15. "Location of the Source". Gravitational Wave Astrophysics. University of Birmingham. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Desember 2015. Diakses tanggal 28 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan