Kamis, 08 Oktober 2026
18:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
LAPAN LSU-03

LAPAN LSU-03

Bagikan:
LSU-03
330px-Lapan_website_LSU-03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Informasi umum
JenisPesawat udara nirawak (PUNA)
PabrikanLAPAN dan PT Mandiri Mitra Muhibbah (PT M3)
Perancang
LAPAN
StatusAktif
Sejarah
Diproduksi2013-sekarang

LAPAN LSU-03 (LAPAN Surveillance UAV-03) adalah pesawat nirawak yang dikembangkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Desain LAPAN LSU-03 merupakan pengembangan lanjutan dari LAPAN LSU-02, dan keduanya diklasifikasikan sebagai pesawat nirawak taktis. Jangkauan penerbangan maksimum dari LSU-03 adalah 600 km atau sekitar 133% lebih jauh dibandingkan dengan LAPAN LSU-02 yang hanya menjangkau penerbanga sejauh 450 km. Selai itu, LAPAN LSU-03 memuat lebih banyak muatan dibandingkan dengan LAPAN LSU-02.

Desain dan pengembangan

Pengembangan dimulai setelah keberhasilan LSU-02. Penerbangan pertama berlangsung pada 25 januari 2014 untuk menguji stabilitas model pra-produksi. Model pra-produksi ini memiliki jangkauan teoretis sejauh 350 km dan muatan 10 kg. Secara teknis LSU-03 memiliki kecepatan jelajah 100 km/jam dan kecepatan maksimum 150 km/jam. LSU-03 menggunakan mesin piston 2 silinder berkapasitas 100cc, pendorong baling-baling ukuran 24x12, bahan bakarnya 7 liter Pertamax Plus dan baterai lippo.[1]

Dalam periode 2015-2016, LAPAN mengembangkan LSU-03 dengan performa lebih baik, yang dijuluki LSU-03 NG (Next Generation). Sementara versi sebelumnya memiliki jangkauan 350 km dan muatan maksimal 10 kg, versi ini memiliki jangkauan 600 km dan muatan maksimal 24 kg. Peningkatan ini dipercaya karena adanya pengurangan berat pesawat. Versi baru mengadopsi bahan GFRP (Glass Fiber Reinforced Polymer) dengan kayu lapis sebagai dukungan dalam bentuk semi-monokok. Bahan sejenis juga digunakan pada drone LSU-05.

Muatan LSU-03 terdiri dari kamera FLIR, baterai Lippo dan perangkat elektronik lainnya. LSU-03 dapat dikontrol dengan menggunakan radio atau mandiri (autonomous) dengan menggunakan mission planner dari GCS (ground control station). Drone ini memiliki teknologi anti jamming, bahkan jika ia adalah terkena jamming, maka secara otomatis ia akan kembali ke derah lepas landasnya.[2]

Sejarah operasional

Pada bulan November 2015, LSU-03 terbang untuk misi pemotretan dari Pameungpeuk, Cilacap, Pelabuhan Ratu dan kembali ke Pameungpeuk. Misi ini memecahkan rekor MURI baru untuk jarak jangkau UAV terpanjang, yaitu 340 km dalam waktu 3 jam 39 menit. Pemegang rekor sebelumnya adalah LSU-02, yang terbang 200 km dalam 2 jam 37 menit.[3]

Spesifikasi

Data from Manufacturer[4]

General characteristics

  • Crew: none
  • Capacity: 24 kg (53 pon)
  • Length: 25 m (82 ft 0 in)
  • Wingspan: 35 m (114 ft 10 in)
  • Empty weight: 24 kg (53 pon)
  • Max takeoff weight: 48 kg (106 pon)
  • Fuel capacity: 7 L (1,8 US gal; 1,5 imp gal)
  • Powerplant: 1 × 100cc piston engine

Performance

  • Maximum speed: 150 km/h (93 mph; 81 kn)
  • Cruising speed: 100 km/h (62 mph; 54 kn)
  • Range: 600 km (373 mi; 324 nmi)
  • Endurance: 6 hours

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan