Rabu, 04 November 2026
02:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kkwaenggwari

Kkwaenggwari

Bagikan:
Kkwaenggwari
250px-Kkwaenggwari.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama Korea
Hangul
Alih AksaraGgwaenggwari
McCune–ReischauerKkwaenggwari

Kkwaenggwari adalah alat musik tradisional Korea yang berupa gong kecil.[1] Kkwaenggwari memiliki banyak nama seperti soe (metal), maegu, kkwangmaegi, kkwangsoe dan sogeum. Dimainkan dengan cara dipegang dengan tangan kiri dan dibunyikan dengan pemukul dari kayu keras. Seperti janggu, kwaenggwari adalah alat musik yang membentuk jangdan (tempo). Alat musik ini adalah bagian penting dalam pementasan samulnori dan pungmul. Pemainnya dinamakan sangsoe (pemimpin pertunjukkan) yang juga paling bagus menarinya (chumsawi). Pada zaman dulu, kwaenggwari juga dimainkan di Jongmyo Jeryeak tetapi sekarang cuma di pungmul dan samul saja. Asal-usul alat musik ini diperkirakan berasal dari Dinasti Zhou, zaman Cina kuno. Menurut Yun Byung-ha dalam Studi Tari Asli Korea (Hanguk-muak-go) soe terbuat dari kuningan dan metal tetapi sekarang digunakan juga emas atau perak dalam komposisinya. Not-soe adalah kombinasi dari tembaga dan besi. Saat rasio tembaga lebih banyak daripada besi, melebihi 60-70%, suara yang dihasilkan oleh kwaenggwari lebih jernih dan tinggi. Dalam permainan pungmul, ada dua jenis kwaenggwari yang dijuluki yin-yang yaitu maskulin (su kwaenggwari) dan feminin (am kwaenggwari). Am kwaenggwari yang dimainkan oleh wakil pemimpin (pusoe) suaranya lebih rendah dan lembut. Keduanya merupakan kombinasi penting untuk membuat musik yang harmonis dalam pertunjukkan pungmul.

Pranala luar

  1. ↑ (Inggris) 203.252.231.26/kukak_information/KoreanCulture.pdf. "KoreanCulture" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-10-07. Diakses tanggal 9 Juni 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan