Rabu, 04 November 2026
05:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Kuplet elegi

Bagikan:

Kuplet elegi adalah bentuk puisi yang digunakan dalam lirik-lirik Yunani Kuno untuk berbagai tema dan biasanya skanya tidak sebesar wiracarita. Para penyair Romawi, khususnya Propertius, Tibullus, dan Ovid, juga menggunakan bentuk yang sama dalam bahasa Latin. Seperti kuplet kepahlawanan dalam bahasa Inggris, setiap kuplet biasanya masuk akal jika dibaca sendiri walaupun sebenarnya merupakan bagian dari puisi yang lebih besar.

Setiap kuplet terdiri dari ayat heksameter yang diikuti dengan ayat pentameter. Berikut adalah bentuk iramanya. Sebagai catatan, - menandai suku kata panjang, u adalah suku kata pendek, dan U adalah satu suku kata panjang atau dua suku kata pendek:

- U | - U | - U | - U | - u u | - -
- U | - U | - || - u u | - u u | -

Bentuk puisi ini dipakai oleh para pujangga kuno untuk mempertentangkan naiknya irama pada ayat pertama dengan turunnya irama pada ayat kedua. Keinginan semacam ini digambarkan oleh ayat I.1.27 dalam buku puisi Amores karya Ovid: Sex mihi surgat opus numeris, in quinque residat—"Biarkan [irama] karyaku naik dalam enam langkah, dan turun lagi dalam lima [langkah]." Efek ini digambarkan oleh Coleridge dalam bahasa Inggris:

In the hexameter rises the fountain's silvery column,
In the pentameter aye falling in melody back.

yang merupakan hasil terjemahan karya Schiller,

Im Hexameter steigt des Springquells silberne Säule,
Im Pentameter drauf fällt sie melodisch herab.[1]

Catatan kaki

  1. ↑ Coleridge, Samuel Taylor (2001). The Collected Works of Samuel Taylor Coleridge. Princeton University Press. hlm. 532.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sastra ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan