Jumat, 23 Oktober 2026
22:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Kuntilanak Beranak

Kuntilanak Beranak

film Indonesia tahun 2009

Bagikan:
Kuntilanak Beranak
250px-Kuntilanak_Beranak.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SutradaraIan Jacobs
ProduserZainal Susanto
Ditulis olehInne Damar
PemeranGarneta Haruni
Monique Henry
Dion Wiyoko
Vikri Rasta
Ismi Melinda
SinematograferFreddy A. lingga
EditorTiara Pusparani
DistributorMitra Pictures
Durasi90 menit
NegaraIndonesia

Kuntilanak Beranak adalah film horor Indonesia yang dirilis pada 12 Februari 2009. Film yang disutradari oleh Ian Jacobs ini dibintangi antara lain oleh Garneta Haruni, Monique Henry, Dion Wiyoko, Vikri Rasta, dan Ismi Melinda.

Sinopsis

Obsesi Bimo adalah membuat tayangan televisi yang berbau horror dengan konsep yang belum pernah ada. Bersama dengan Mia dan Aline mereka sepakat akan menguak cerita tentang seorang ronggeng yang hilang. Pada saat mereka akan melakukan perjalanan mencari kampung di mana ronggeng itu hilang, salah satu teman mereka memaksa mereka untuk ikut. Akhirnya mereka semua setuju, Dea ikut dengan mereka. Di kampung tersebut, tak satu orangpun mau bercerita tentang peristiwa yang membuat ronggeng itu hilang.

Saat mereka memutuskan untuk pulang, mereka di datangi seseorang yang bisu, yang mau mengantarkan mereka ke rumah pimpinan ronggeng. Ibu Aline yang seorang cenayang melihat ada sesuatu yang tidak beres terjadi dengan Aline. Ibunya meminta Aline untuk tidak kembali ke tempat itu. Aline memberi tahu Bimo, tetapi Bimo tidak percaya. Mereka tetap menyelidiki dan membuat dokumentasi si penari ronggeng yang hilang. Dengan membuka paksa rumah milik ronggeng itu, mereka pun masuk. Satu persatu mereka mati.

Akhirnya tinggal Aline dan Mia yang masih hidup. Akhirnya mereka mengetahui penyebab kematian penari ronggeng itu adalah susuk yang masih tertanam di tubuh si penari. Pilihan yang demikian sulit terjadi pada Mia dan Aline ketika hendak menyelamatkan diri, apakah mati bersama teman-temannya dan menolong si penari ronggeng agar dapat bebas dari susuk dan mati dengan tenang, atau mencari jalan dan keluar dari rumah itu. Mereka memilih pilihan yang sulit, ketika mereka meletakkan arti persahabatan di dalam pilihan mereka.

Pranala luar

Film yang disutradarai Nayato Fio Nuala
sebagai Nayato Fio Nuala
The Soul (2002)  • Ekskul (2006)  • Cinta Pertama (2006)  • Kangen (2007)  • The Butterfly (2007)  • Kereta Hantu Manggarai (2008)  • Hantu Perawan Jeruk Purut (2008)  • Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets (2009)  • Kuntilanak Kamar Mayat (2009)  • Virgin 2: Bukan Film Porno (2009)  • 18+ (2010)  • Kain Kafan Perawan (2010)  • Affair (2010)  • Belum Cukup Umur (2010)  • Akibat Pergaulan Bebas (2010)  • Not For Sale (2010)  • Pocong Jumat Kliwon (2010)  • Pengantin Pantai Biru (2010)  • Gaby dan Lagunya (2010)  • Heart 2 Heart (2010)  • Mengejar Setan (2013)  • Thank You Cinta (2014)  • 17 Tahun ke Atas (2014)  • After School Horror (2014)  • Hantu Pohon Boneka (2014)  • Tiger Boy (2015)
sebagai Koya Pagayo
Ada Hantu di Sekolah (2004)  • Panggil Namaku Tiga Kali (2005)  • 12:00 am (2005)  • Hantu Jeruk Purut (2006)  • Lewat Tengah Malam (2007)  • Malam Jumat Kliwon (2007)  • Hantu Ambulance (2008)  • Hantu Jamu Gendong (2009)  • Jeritan Kuntilanak (2009)  • Te(Rekam) (2010)  • Nakalnya Anak Muda (2010)  • Kalung Jailangkung (2011)  • Dendam dari Kuburan (2012)  • Ada Hantu di Vietnam (2012)  • Disini Ada Yang Mati (2013)  • Pocong Pasti Berlalu (2014)
sebagai Ian Jacobs
Sarang Kuntilanak (2008)  • Merem Melek (2008)  • Kuntilanak Beranak (2009)  • Pocong Kamar Sebelah (2009)  • Pocong Jalan Blora (2009)
sebagai Pingkan Utari
Me vs High Heels (2005)  • Gotcha (2006)


Ikon rintisan

Artikel bertopik film Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan