Selasa, 03 November 2026
14:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Kuni-yuzuri

Bagikan:
Bagian Seri Agama di
Shinto
Shinto
Praktik dan keyakinan
Kuil Shinto
Kami Penting
Literatur Penting

Kojiki

Lihat juga
Agama

kuni-yuzuri (国譲り, "Pengalihan tanah") adalah peristiwa mitologi pada masa prasejarah Jepang, yang diceritakan dalam sumber-sumber seperti Kojiki dan Nihon Shoki. Cerita ini menceritakan tentang bagaimana kekuasaan Jepang berpindah dari kami (kunitsukami) duniawi ke kami dari Surga (amatsukami) dan keturunan mereka pada akhirnya, Keluarga Kekaisaran Jepang.[a][1]

Catatan

  1. ↑ Dalam mitologi Jepang, para dewa yang tinggal di Dataran Surga Tinggi (Takamagahara) seperti Amaterasu secara kolektif disebut amatsukami (天津神, "dewa surgawi"), sedangkan dewa yang tinggal di bumi / tanah Jepang (Ashihara-no-Nakatsukuni) seperti Ōkuninushi disebut kunitsukami (国津神, "dewa duniawi" atau "dewa daerah"")

Referensi

  1. ↑ Kobori, Keiko. "Kuniyuzuri". Encyclopedia of Shinto. Kokugakuin University. Diakses tanggal 9 Maret 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Jepang

Artikel bertopik Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan