Senin, 05 Oktober 2026
00:33 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Kumpai rantai

Kumpai rantai

Kumpai Rantai (Huperzia phlegmaria): Tumbuhan Epifit Hutan Hujan

Bagikan:
Kumpai rantai
250px-Huperzia_phlegmaria_%28Lycopodiaceae%29_plant.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tumbuh di Cambridge University Botanic Garden
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Lycophyta
Kelas: Lycopodiopsida
Ordo: Lycopodiales
Famili: Lycopodiaceae
Genus: Phlegmariurus
Spesies:
P. phlegmaria
Nama binomial
Phlegmariurus phlegmaria
(L.) Holub[1]
Sinonim[1]
  • Huperzia feejeensis (Luerss.) Holub
  • Huperzia phlegmaria (L.) Rothm.
  • Huperzia phlegmaria var. divaricatum Blume
  • Huperzia simonii (Nessel) Holub
  • Lepidotis phlegmaria (L.) P.Beauv.
  • Lycopodium filiforme Wall. ex Roxb.
  • Lycopodium horizontale var. submoniliforme Alderw.
  • Lycopodium phlegmaria L.
  • Lycopodium phlegmaria var. longibracteatum Domin
  • Lycopodium phlegmaria var. parvifolium Spring
  • Lycopodium phlegmarium var. feejeense Luerss.
  • Lycopodium transiens Alderw.
  • Lycopodium vrieseanum Spring
  • Phlegmariurus phlegmaria (L.) T.Sen & U.Sen
  • Phlegmariurus phlegmaria var. laxosporophyllus Gias & Pasha
  • Urostachys borneensis Herter
  • Urostachys feejeensis (Luerss.) Herter
  • Urostachys leonis Herter
  • Urostachys phlegmaria (L.) Herter ex Nessel
  • Urostachys simonii Nessel
  • Urostachys submoniliformis (Alderw) Herter
  • Urostachys transiens (Alderw.) Herter ex Nessel
  • Urostachys vrieseanus (Spring) Herter ex Nessel

Huperzia phlegmaria (sinonim Phlegmariurus phlegmaria, Lycopodium phlegmaria), awam dikenal sebagai kumpai rantai, adalah tumbuhan epifit [2] asli hutan hujan di Madagaskar, beberapa pulau di Samudra Hindia, Asia, Australasia, dan banyak Kepulauan Pasifik. H phlegmaria umumnya ditemukan di hutan lembap dan hutan hujan di dataran tinggi, di dalam dan di antara lumut dan epifit lainnya.

Deskripsi

H. phlegmaria adalah terna epifit, beberapa menganggap seperti anggrek, padahal sebenarnya adalah tumbuhan berspora. Jaringan telah berpembuluh, sehingga berbeda dari tumbuhan lumut. Fase sporofit diploid dalam pergiliran keturunan lebih dominan. Sporofit menghasilkan spora tetrahedral berukuran 37 × 35 μm, berwarna putih pudar, dengan sudut tidak melebihi 130°.[3]

H. phlegmaria penampilannya dapat sangat bervariasi, tergantung dari lokasi tumbuhnya.[4] Mereka dapat diidentifikasi dengan memiliki mikrofil steril petiolat dan mikrofil fertil kecil pada strobili bercabang tipis.

H. phlegmaria memiliki sistem perakaran sejati. Batang udara memanjang mereka menggantung dari pohon inang (hingga 80 cm).[3] Daunnya tersusun secara spiral berbentuk lanset (seperti tombak), sempit dan membulat di bagian pangkal. Mereka menjadi lebih sempit di dasar ekstrem, di mana sporangia terletak di zona subur batang. Daun 'H. phlegmaria adalah coriaceous (menyerupai kulit). Daun berbeda morfologi di zona subur, membuat perbedaan antara zona mudah. Daun di zona subur dikenal sebagai sporofil. Sporofil berbentuk klub - maka nama umum "clubmoss". Spora homospora diproduksi di ketiak.

Ada beberapa varietas kumpai rantai, yang terlihat dari bentuk daun dan percabangannya.[5]

  • Huperzia phlegmaria var. brachystachyum Rosenst.
  • Huperzia phlegmaria var. filiforme Alderw.
  • Huperzia phlegmaria var. latifolium Alderw.
  • Huperzia phlegmaria var. laxum Blume
  • Huperzia phlegmaria var. longifolium Spring
  • Huperzia phlegmaria var. ovatum Alderw.

Agihan asal

H. phlegmaria secara alami dijumpai di Afrika tropik timur, barat, dan selatan; Asia subtropik dan tropik (di Cina selatan; Jepang selatan dan Kepulauan Ryukyu; Malesia; Sri Lanka; Taiwan; dan Thailand); Australasia (di timur laut Queensland) dan Selandia Baru; serta Pasifik barat.

Kegunaan

Kumpai rantai dikenal umum sebagai tanaman hias yang digantungkan di pohon atau ditempelkan pada dinding atau batu sebagai elemen hidup taman buatan.

Rujukan

  1. 1 2 Hassler, Michael. "Phlegmariurus phlegmaria (L.) Holub". World Ferns. Synonymic Checklist and Distribution of Ferns and Lycophytes of the World. Diakses tanggal 13 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Rusea G., Claysius K., Runi S., Joanes U., Haja Maideen K.M., Latiff A. (2009) Ecology and distribution of Lycopodiaceae Mirbel in Malaysia, Blumea vol:54, pg:269-271
  3. 1 2 Devi Y.S., Singh P.K. (2011) Additional Notes on Spore Morphology of Two Huperzia (Lycopodiaceae) Species and Systematic Significance, Research Journal of Botany vol:6, pg:78-86
  4. ↑ Wikström N., Kendrick P., Chase M. (1999) Epiphytism and terrestrialisation in tropical Huperzia (Lycopodiaceae), Plant Systematics and Evolution vol:218, pg:221-243
  5. ↑ Rusea, G., K. Claysius, S. Runi, U. Joanes, K.M. Haja Maideen, A. Latiff (2009). "Ecology and distribution of Lycopodiaceae Mirbel in Malaysia". Blumea. 54: 269–271. doi:10.3767/000651909X476265.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  6. Hassler, Michael & Schmitt, Bernd (Agustus 2019). "Phlegmariurus phlegmaria". Checklist of Ferns and Lycophytes of the World. 8.02. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-02. Diakses tanggal 2019-10-14.{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan