Kamis, 29 Oktober 2026
21:22 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kultus kargo

Kultus kargo

Bagikan:
250px-JohnFrumCrossTanna1967.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salib upacara kultus kargo John Frum, pulau Tanna, New Hebrides (kini Vanuatu), 1967

Kultus kargo (bahasa Inggris:cargo cult) atau kargoisme adalah praktik religius yang muncul dalam masyarakat tradisional pra-industri sebagai akibat dari interaksi dengan peradaban yang teknologinya lebih maju. Kultus ini berupaya memperoleh kekayaan material ("kargo") melalui sihir dan ritual serta praktik agama. Anggota kultus meyakini bahwa kekayaan tersebut dikirim oleh dewa dan nenek moyang mereka. Kultus kargo berkembang di wilayah pedalaman Pulau Papua dan Mikronesia, dan dimulai setelah kedatangan bangsa Barat pada abad ke-19. Namun, perilaku yang mirip juga muncul di belahan dunia lainnya.

Aktivitas kultus kargo di wilayah Pasifik meningkat pesat selama dan setelah Perang Dunia II karena penduduk wilayah tersebut melihat tentara Jepang dan Amerika Serikat mengirim kargo. Ketika perang berakhir, markas militer ditutup dan kiriman barang berhenti. Untuk menarik lebih banyak pengiriman barang, pengikut kultus membuat ritual seperti membuat tiruan landasan, pesawat, dan perlengkapan radio dari bambu atau bahan lainnya, dan meniru perilaku orang-orang di bandar udara.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan