Kamis, 24 September 2026
03:08 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Kukri

Kukri

Kukri yang dibuat untuk turis
Kukri yang dibuat untuk turis

Kukri (bahasa Nepali:खुकुरी kukri) adalah pisau tradisional Nepal yang memiliki mata pisau unik berbentuk melengkung. Pisau ini biasanya digunakan sebagai alat pemotong maupun sebagai senjata di Nepal dan di beberapa negara sekitarnya. Pisau ini menjadi ciri khas dari Angkatan Darat Nepal dan Resimen Gurkha di seluruh dunia. Kukri juga digunakan dalam berbagai kegiatan tradisi ritual seperti upacara pernikahan di Nepal. Dalam ejaan lain Kukri disebut juga "khukuri", "khukri", dan "kukkri" dalam bahasa India.[1]

Sejarah

250px-Gurkha_Commander_Nepal_War.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Balbhadra Kunwar, Komandan Gurkha selama Perang Nalapani (1814), bagian dari Perang Gurkha, ia memegang Kukri di tangan kirinya

Asal-usul Kukri sebenarnya masih kontoversial, beberapa penulis barat menduga, bahwa kukri berdasarkan pada senjata Eropa yang dibawa ke Asia Selatan oleh Alexander Agung, tetapi para peneliti lain menduga sejarah Kukri ditarik lebih jauh lagi ke zaman prasejarah, ketika manusia menggunakan kayu yang dibengkokkan untuk berburu dan bertempur.[2] Di India juga ditemukan hipotesis bahwa Kukri berasal dari kopis. Burton (1884) menulis bahwa Musium Inggris menyimpan kukri kuno dari zaman Nepal Kuno yang bertuliskan karakter Pali. Selain itu, di antara Kukri kuno yang masih eksis saat ini, terdapat milik Drabya Shah (sekitar tahun 1559) yang disimpan di Museum Nasional Nepal di Kathmandu.

Kukri sendiri dikenal di dunia barat, saat Perusahaan Hindia Timur Britania datang dan bersengketa dengan Kerajaan Gorkha. Puncaknya pada Perang Gurkha yang terjadi pada 1814 hingga 1816. Setelah adanya Perjanjian Sugauli, yaitu perjanjian damai antara Perusahaan Hindia Timur Britania dan Kerajaan Gorkha, maka pasukan Gurkha dapat direkruit dan melayani di bawah kontrak tehadap Perusahaan Hindia Timur Britania dan berlanjut Inggris. Sejak Perang Gurkha tersebut, pisau ini menjadi semakin populer dan berlanjut hingga Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Pisau khas ini menjadi ciri khas dari pasukan Gurkha diseluruh dunia, mereka mempunyai dua kukri yang satu digunakan untuk upacara dan satu lagi digunakan untuk latihan.

Desain

250px-Gurkha_IOC_3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang patroli pasukan Gurkha membawa Kukri dibagian punggungnya

Kukri dirancang terutama untuk memotong, bentuknya bervariasi dari yang langsung melengkung dengan sudut yang tajam maupun dengan sudut yang halus. Begitu juga dengan ketebalan pisaunya sangat bervariasi tergantung dari tugas dan asal-usul dibuatnya. Secara garis besar “spines”-nya bervariasi antara 5–10 mm dari pegangan, sedangkan panjang mata pisaunya bervariasi antara 26 – 38 cm untuk penggunaan umum. Total panjangnya sekitar 40 – 45 cm dan beratnya rata-rata antara 450 - 900 grams. Kukri untuk koleksi atau senjata seremonial biasanya lebih besar ukurannya, tetapi tidak digunakan secara umum. Salah satu pembuat kukri yang terkenal adalah Biswakarma Kami, yang mewarisi tradisi pembuatan kukri dari leluhurnya.

Pegangannya umumnya terbuat dari kayu atau tanduk kerbau, tetapi ada juga yang menggunakan gading, tulang maupun logam yang diikat dengan semacam getah pohon yang disebut dengan “laha”. Untuk sarungnya, biasanya terbuat dari kayu yang dilapisi oleh kulit atau logam.


Legenda Penggunaan dan Makna Kukri

Kukri dikenal dalam budaya Gurkha dan Nepal sebagai pisau yang memiliki legenda bahwa setelah dikeluarkan dari sarungnya, kukri harus mencicipi darah, sebagai simbol bahwa pisau tersebut memang alat yang siap guna sebagai senjata maupun alat kerja. [3]

Fungsi Sehari-hari dan Kegunaan Praktis

Kukri tidak hanya digunakan dalam konflik atau sebagai senjata perang oleh Gurkha; ia juga dipakai sebagai pisau utilitas untuk aktivitas-aktivitas seperti memotong, menebang, kegiatan pertanian, dan pekerjaan rumah di masyarakat Nepal. [4]

Nilai Simbolis dalam Budaya Gurkha dan Nepal

Kukri juga memiliki makna simbolis yang mendalam: ia sering diasosiasikan dengan keberanian, kehormatan militer, identitas suku Gurkha dan bangsa Nepal secara keseluruhan. Pemakaian kukri dalam upacara dan sebagai bagian dari perlengkapan militer memperkuat citra kukri sebagai lebih dari sekadar pisau fisik. [5]

Referensi

  1. Illustrated Oxford Dictionary. Great Britain: Dorling Kindersley. 1998. ISBN 140532029-X.
  2. Richard Francis Burton (1987). The Book Of The Sword. London, England: Dover. ISBN 0-486-25434-8.
  3. "Kukri, Pisau Nepal yang Harus 'Mencicipi Darah' jika Dikeluarkan dari Sarungnya". National Geographic Indonesia. –. Diakses tanggal 14 September 2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. "Kukri, Pisau Nepal yang Harus 'Mencicipi Darah' jika Dikeluarkan dari Sarungnya". National Geographic Indonesia. –. Diakses tanggal 14 September 2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  5. "Kukri, Pisau Nepal yang Harus 'Mencicipi Darah' jika Dikeluarkan dari Sarungnya". National Geographic Indonesia. –. Diakses tanggal 14 September 2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan