Kamis, 22 Oktober 2026
15:29 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Kuil Shikaumi

Kuil Shikaumi

kuil Shinto di Prefektur Fukuoka, Jepang

Bagikan:
Kuil Shikaumi
330px-Shikaumi-jinja_haiden.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Agama
AfiliasiShinto
DewaWatatsumi,
Permaisuri Jingu,
Tamayorihime,
Kaisar Ōjin,
Azumi-no-isora
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kuil_Shikaumi&revid=29328333&groups=_433b763c9825b9bf7772a2f2a474cdf103dd29f9&parser=parsoid
Peta interaktif Kuil Shikaumi
Koordinat33°40′04″N 130°18′48″E / 33.6679°N 130.3132°E / 33.6679; 130.3132
40px-Shinto_torii_icon_vermillion.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Daftar istilah Shinto

Kuil Shikaumi (志賀海神社) adalah sebuah kuil Shinto yang terletak di Pulau Shikanoshima,[1] Fukuoka, Jepang.[2][3]

Suku Azumi yang mendiami Kyushu, secara tradisional memuja dewa laut Watatsumi.[4]Kuil Shikaumi sendiri didedikasikan untuk Watatsumi dan Azumi-no-isora.[5]

Tokoh-tokoh utama yang dipuja di kuil ini antara lain, di sebelah kiri ada Nakatsu Watatsumi no Kami (dewa kedalaman tengah) dan Permaisuri Jingū; di tengah, Sokotsu Watatsumi no Kami (dewa laut dalam) dan Tamayorihime no Kami; dan di sebelah kanan, Uwatsu Watatsumi no Kami (dewa permukaan laut) dan Kaisar Ōjin.[6]: xxvi 

Ketiga dewa laut tersebut diduga berhubungan dengan praktik penangkapan ikan di masa lalu.[6]

Kuil ini memiliki hubungan historis dengan perang asing karena merupakan tempat di mana Permaisuri Jingū melancarkan invasinya ke Korea, dan juga merupakan lokasi konflik selama invasi Mongol ke Jepang.[2]

Permaisuri Jingū dan Kaisar Ojin sama-sama dipuja di kuil ini karena hubungan mereka dengan mitos invasi Tiga Han.[6]: xxvii  Permaisuri Jingu berhubungan seks dengan dewa Azumi-no-isora saat sedang mengandung Kaisar Ojin setelah Ōjin mengatakan dari dalam kandungan bahwa hal itu dapat diterima, dan kemudian Azumi no Isora memberinya permata pasang surut.[6]: xxvii  Kuil Watatsumi yang didirikan oleh Permaisuri Jingu ketika ia kembali dari kampanye Tiga Han (三韓) Korea memuja Watatsumi,[7] begitu pula Kuil Ikasuri dan Kuil Ikuta yang juga dibangunnya.[8]

Upacara gojinkosai dua tahunan yang digelar di kuil ini diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh pemerintah prefektur.[9]

Kuil ini menggabungkan ciri khas rusa dalam ritual dan desainnya. Motif rusa memiliki makna penting bagi masyarakat Azumi dan kepercayaan mereka, dan merupakan ciri umum dalam budaya historis wilayah tersebut.[2][4]

Referensi

  1. ↑ "Shikaumi-jinja Shrine Okitsu-gu Shrine". VISIT FUKUOKA (dalam bahasa Inggris).
  2. 1 2 3 Wakabayashi, Haruko. "The Mongol Invasions and the Making of the Iconography of Foreign Enemies: The Case of Shikaumi jinja engi".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  3. ↑ "Shikaumi Shrine". The Official Guide to Fukuoka City - yokanavi.com (dalam bahasa Inggris).
  4. 1 2 Rambelli, F (2018). The Sea and The Sacred in Japan. Camden: Bloomsbury Academic Publishing. hlm. preface. ISBN 978-1350062870.
  5. ↑ Japanese Journal of Religious Studies. International Institute for the Study of Religions. 1993.
  6. 1 2 3 4 Rambelli, F (2018). The Sea and The Sacred in Japan. Camden: Bloomsbury Academic Publishing. ISBN 978-1350062870.
  7. ↑ "Shinto shrines | Japan | Rods Shinto". shintoshrines (dalam bahasa Inggris).
  8. ↑ "Watatsumi Shrine | 海神社 |Hyogo-ken, Kobe-shi". shintoshrines (dalam bahasa Inggris).
  9. ↑ "Shikaumi Jinja Gojinkosai". DyDo GROUP Matsuri of Japan. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-01-31.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan