Selasa, 27 Oktober 2026
12:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Kue Lam

Kue Lam

Makanan khas Kalimantan Selatan

Bagikan:
Kue Lam
250px-Lam_002.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tempat asalKalimantan Selatan, Indonesia
DaerahBarabai, Hulu Sungai Tengah
Hidangan nasional terkaitIndonesia

Kue Lam adalah hidangan yang berasal dari daerah Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Kue ini memiliki cita rasa manis dan legit serta bertekstur padat dan sedikit berminyak. Kue Lam tersedia dalam dua jenis yaitu Kue Lam versi kukus dan panggang.[1] Kue ini merupakan kuliner yang unik karena kebanyakan para pembuatnya adalah keturunan bangsa Arab. Nama kue ini pun merupakan salah satu huruf hijaiyah, yaitu 'Lam'.[2]

Saat ini setidaknya terdapat 3 tempat produksi kue Lam di Kecamatan Barabai.[3] Pembuatan kue dilakukan secara pekerjaan rumah dan merupakan usaha turun-temurun, begitu pula dengan resepnya. Para penjual membuat kue Lam dalam jumlah banyak untuk dijual di toko milik mereka sendiri sekitar 2-3 kali dalam seminggu.[butuh rujukan]

Sejarah

Diperkirakan, Kue Lam adalah kue yang berasal dari Arab. Hal ini karena pembuat kue Lam di Barabai banyak yang berasal dari keturunan Arab dan merupakan resep warisan keluarga yang menjadi usaha turun temurun.[4]

Kue Lam telah dikenal sejak zaman Kesultanan Banjar dan dahulu merupakan hidangan istimewa bagi para raja. Saat ini, kue ini telah menjadi kuliner khas yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Uniknya, pembuatan Kue Lam banyak dilakukan oleh masyarakat keturunan Arab di daerah Barabai. Nama "Lam" sendiri berasal dari salah satu huruf dalam abjad hijaiyah.[5]

Pembuatan

Kue ini dikenal akan kerumitan proses pembuatannya dan jumlah bahan yang digunakan untuk membuat satu porsi. Bahan yang digunakan untuk satu loyang kue ini adalah gula pasir, tepung terigu, margarin, susu cair, susu kental manis, margarin dan telur bebek.[6] [7]

Kue Lam memiliki tampilan seperti lapis legit dan setiap lapisannya dimasak satu persatu. Proses ini bisa memakan waktu hingga 3 jam sehingga diperlukan ketelitian saat membuatnya. Sedangkan untuk proses pembakaran menggunakan arang di bagian atas dan bawah loyang dengan tujuan meratanya kematangan pada kue.[6][8]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Alkausari, Elma. "Resep Kue Khas Banjarmasin Kalsel : Resep Lam Panggang Kue Khas Barabai, Kalimantan Selatan". kalteng.pikiran-rakyat.com. Diakses tanggal 2022-06-06.
  2. ↑ Dhaarma018 (2013-09-04). "Manisnya Kue Lam Barabai Hingga ke Mekkah". VIVA.co.id. Diakses tanggal 2022-06-06.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  3. ↑ Najihah, Sofia; Ratumbuysang, Monry (2022). "Nilai-Nilai Kebertahanan Kewirausahaan Pada Pedagang Kue Lam di Kecamatan Barabai". Seminar Nasional (PROSPEK I) “Digital Learning Merdeka Belajar Kampus Merdeka:Strategi dan Inovasi Pembelajaran”.
  4. ↑ "Lue Lam, Kuliner Legit Dari Jantung Pulau Kalimantan". kumparan. Diakses tanggal 2026-06-20.
  5. ↑ Ansyari, M. Khairil. "Mengenal Kue Lam Ibu Syarifah, Ikon Kuliner Khas Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah". Oke Tanbu. Diakses tanggal 2025-03-01.
  6. 1 2 "Mengintip Dapur Kue Lam Bakar Syarifah Khas Barabai". apahabar.com. 2019-05-10. Diakses tanggal 2022-06-06.
  7. ↑ "Mirip Lapis Legit, Intip Resep Kue Lam Khas Barabai Cocok untuk Sajian Lebaran 2025". Banjarmasinpost.co.id. Diakses tanggal 2026-06-20.
  8. ↑ Syarifuddin, M. "Kue Lam: Kesabaran yang Berbuah Kelegitan - Radar Banjarmasin". Kue Lam: Kesabaran yang Berbuah Kelegitan - Radar Banjarmasin. Diakses tanggal 2025-03-01.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan