Minggu, 04 Oktober 2026
11:45 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Kudeta halus

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Februari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Kudeta halus, terkadang disebut sebagai kudeta diam-diam, adalah sebuah kudeta tanpa cara kekerasan, namun berdasarkan pada konspirasi atau rencana yang memiliki tujuan merebut kekuasaan negara oleh sebagian atau keseluruhan cara ilegal, dalam rangka menunjang pertukaran kepemimpinan politik dan tatanan kelembagaan saat ini.[1][2]

Definisi

Konsep kudeta halus sebagai strategi dihubungkan dengan ilmuwan politik Amerika Gene Sharp [en]. Kaiser berpendapat bahwa alasan pemimpin-pemimpin Amerika Latin adalah: "bahwa demokrasi harus menjadi sistem di mana kehendak umum harus mutlak". Dalam skenario ini, penentangan terhadap pemimpin diperlakukan sebagai tindakan melawan demokrasi, yang akan digunakan untuk membenarkan nasionalisasi dan pembatasan kebebasan pers.[3][4]

Referensi

  1. ↑ Roberto Scaruffi. "What coups d'État are". The mechanics of the political destabilisation and Constitutional subversion in the 1990s’ Italy. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-03. Diakses tanggal 2018-02-14.
  2. ↑ Steven A. Cook. "Military soft 'coup' in Egypt has precedent". CSMonitor.com.
  3. ↑ "The Machiavelli of Nonviolence: Gene Sharp and the Battle Against Corporate Rule". Dissent Magazine. Diakses tanggal 2022-12-15.
  4. ↑ "When a "coup" is not a coup". The Economist. ISSN 0013-0613. Diakses tanggal 2022-12-15.

Daftar pustaka


Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan