Senin, 26 Oktober 2026
09:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Kucing mata belang

Kucing mata belang

kucing dengan warna mata yang berbeda

Bagikan:
330px-June_odd-eyed-cat_cropped.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tipikal kucing bermata belang yang umum dijumpai.
250px-Black_bicolore_Maine_Coon_with_Odd_Eyed.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Maine coon belang dua dengan mata belang

Kucing mata belang adalah kucing domestik dengan satu mata biru dan satu mata berwarna hijau, kuning, atau cokelat. Kondisi ini merupakan bentuk dari heterokromia kompleks,[1][2] suatu kondisi yang juga terjadi pada beberapa hewan lainnya. Kondisi ini paling sering terjadi pada kucing berwarna putih, tetapi dapat ditemukan pada kucing dengan warna apa pun, asalkan memiliki gen bercak putih.[3]

250px-Odd-eyed-domestic-cat.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kucing putih rumahan bermata belang.

Penyebab

Odd_Eyed_Black_Cat.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Kucing hitam bermata belang yang langka

Warna mata belang terjadi ketika gen putih epistatik (dominan) (yang menutupi gen warna lain dan mengubah kucing menjadi berwarna putih seluruhnya)[4] atau gen bercak putih (yang merupakan gen yang bertanggung jawab untuk kucing belang dan tuksedo)[5] mencegah melanin (pigmen) dari satu mata selama perkembangan, sehingga menghasilkan seekor kucing dengan satu mata biru dan satu mata hijau, kuning, atau coklat. Kondisi ini jarang terjadi pada kucing yang kekurangan gen dominan putih dan bercak putih.[4]

250px-IMG-20200708-WA0006.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Odd Eyed Cat

Tanggapan budaya dan cerita rakyat

Kucing bermata belang sangat populer dalam beberapa ras kucing domestik, seperti kucing van turki, anggora turki, sfinks, persia, bulu pendek oriental, ekor bundel jepang, dan khao manee. Pada tahun 1817, pemerintah Turki, bersama dengan Kebun Binatang Ankara, memulai program pemuliaan yang teliti untuk melestarikan dan melindungi kucing Anggora Turki putih murni dengan mata biru dan kuning, sebuah program yang berlanjut sampai saat ini, karena dianggap sebagai harta nasional.[6][7] Kebun binatang tersebut secara khusus menghargai Anggora bermata belang yang memiliki satu mata biru dan satu mata kuning, karena cerita rakyat Turki menceritakan bahwa "mata haruslah hijau seperti danau dan biru seperti langit."[8][9] Maskot Kejuaraan Dunia FIBA 2010, yang diselenggarakan oleh Turki, adalah antropomorfisme seekor kucing Van bermata belang bernama "Bascat".[10]

Kucing Anggora timangan Nabi Muhammad SAW., Muezza, dikenal sebagai kucing bermata belang.[9] Pada kucing ekor bundel jepang, kucing bermata belang paling sering ditemukan pada mereka yang memiliki warna belang tiga .[11]

Ketulian pada kucing bermata belang

Lihat pula: Kucing putih tuli

Ada kesalahpahaman umum bahwa semua kucing bermata belang terlahir tuli di satu telinga. Kondisi ini tidaklah benar, karena sekitar 60%-70% kucing bermata belang bisa mendengar dengan dua telinganya.[4] Kira-kira 10%-20% kucing bermata normal terlahir tuli atau menjadi tuli karena proses penuaan kucing.[4] Kucing putih dengan satu atau dua mata biru memiliki pendengaran yang normal, tetapi, memiliki insiden ketulian genetik yang lebih tinggi, karena gen putih kadang-kadang menyebabkan degenerasi koklea yang dimulai beberapa hari setelah kelahiran.[12]

Efek sinar mata dan mata merah

250px-Astrid_com_orelhonas-crop.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Efek fotografi kilat pada mata biru, tapi tidak pada mata kuning kucing bermata belang.

Dalam foto kilat, kucing bermata belang biasanya menunjukkan efek mata merah pada mata birunya, tetapi tidak pada mata yang satunya. Hal ini disebabkan karena efek gabungan dari adanya tapetum lucidum (normal) di kedua matanya dan tidak adanya melanin pada mata birunya. Tapetum lucidum menghasilkan sinar mata pada kedua matanya, tetapi pada mata yang bukan berwarna biru, lapisan melanin di atas tapetum lucidum secara selektif menghilangkan beberapa warna cahaya.

Referensi

  1. ↑ Foster, Race and Smith, Marty, (DVMs), Heterochromia Diarsipkan 2007-02-17 di Wayback Machine, A-Z Health Library, Purina-One. Diakses bulan Februari 2007.
  2. ↑ Foster, Race and Smith, Marty (DVMs), Heterochromia: Eye Color, Peteducation.com. Diakses bulan Februari 2007.
  3. ↑ "White" Genetics Page, Norwegian Forest Cats, Furry Boots. Diakses bulan Februari 2007.
  4. 1 2 3 4 Hartwell, Sarah. White Cats, Eye Colours and Deafness, Messybeast.com. Diakses bulan Februari 2007.
  5. ↑ Hartwell, Sarah. Beautiful Bi-colours: Tuxedo and Magpie cats, Messybeast.com. Diakses bulan Februari 2007.
  6. ↑ Turkish Angora Diarsipkan 2016-03-08 di Wayback Machine, Cats United International. Diakses bulan Februari 2007.
  7. ↑ Helgren, Anne. Turkish Angora Diarsipkan 2007-05-14 di Wayback Machine, Iams. Diakses bulan Februari 2007.
  8. ↑ Hartwell, Sarah. Experimental & Unusual Cat Breeds - A Diarsipkan 2008-12-04 di Wayback Machine, PetPeoplesPlace.com. Diakses bulan Februari 2007.
  9. 1 2 Turkish Angora Breeders Diarsipkan 2010-01-08 di Wayback Machine, Breedersden.com. Diakses bulan Februari 2007.
  10. ↑ "2010 FIBA World Championship Event Guide: Mascot". FIBA. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-09-14. Diakses tanggal 12 September 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Bruce Fogle, The New Encyclopedia of the Cat ISBN 0-7894-8021-2, "Longhair - Japanese Bobtail"
  12. ↑ Starbuck, Orcan and Thomas, David. Cat Color FAQS: Cat Color Genetics, CatFanciers.com. Diakses bulan Februari 2007
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Kucing mata belang.
Felinologi
Kesehatan
Perawatan
Penyakit
Perilaku
Interaksi manusia
–kucing
Pendaftaran
Ras
(Daftar lengkap)
(Ras percobaan)
Domestik
Hibrida
Ras lokal
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan