Kamis, 29 Oktober 2026
02:18 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kucing putih

Kucing putih

Bagikan:
250px-Angoraturco.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kucing ras Anggora berwarna putih dengan mata yang berbeda dengan sebelahnya.

Kucing putih adalah kucing domestik yang memiliki warna putih murni di seluruh bulu pada tubuhnya.[1] Kucing putih bukanlah kucing albino. Kucing albino memiliki warna mata merah muda dan sensitif terhadap sinar matahari.[2] Beberapa kucing putih menderita penyakit tuli bawaan yang disebabkan oleh degenerasi dari telinga bagian dalam. Ketulian pada kucing putih ini berhubungan dengan adanya warna biru pada matanya (iris). Pada kucing putih dengan warna mata yang berbeda dengan sebelahnya (kucing bermata ganjil), telah ditemukan bahwa ketulian lebih mungkin terjadi karena adanya warna mata biru.[1]

Kucing putih murni di seluruh dunia jumlahnya hanya sekitar 5% dari populasi kucing dengan sekitar 15-40% memiliki satu/dua warna mata biru dengan sekitar 60-80% dua mata berwarna biru tuli dan 30-40% satu mata berwarna biru tuli. Berarti, dari 5% kucing putih diseluruh dunia sebanyak 0,25-1,5% memiliki satu mata berwarna biru adalah tuli dan 0,75-2% memiliki dua mata berwarna biru adalah tuli.[2] Kucing putih bermata aneh dapat memiliki warna mata biru, emas, hijau, atau tembaga.[1]

Studi penelitian

Dalam satu studi tahun 1997, kucing putih dengan berbagai tingkat kekurangan pendengaran, 72% kucing putih yang ditemukan benar-benar tuli. Ketika kucing putih lahir setelah beberapa minggu pertama, seluruh organ Korti pada anak kucing putih ditemukan telah mengalami degenerasi. Ditemukan bahwa beberapa bulan setelah organ Korti mengalami kerusakan atau degenerasi, spiral ganglion juga akan mulai mengalami degenerasi.[3]

Genetik

Gen yang menyebabkan kucing memiliki warna putih pada bulunya adalah gen dominan masking. Akibatnya, kucing akan memiliki warna bulu dan pola yang mendasari. Ketika gen dominan putih hadir, pola bulu tidak dapat terjadi/terbentuk. Seekor kucing yang memiliki homozigot (WW) atau heterozigot (Ww) untuk gen ini akan memiliki warna bulu putih meskipun mendasari pola/warna. Seekor kucing yang tidak memiliki gen dominan masking (ww) akan menunjukkan warna bulu/pola. Ada beberapa sumber mengatakan bahwa kucing putih akan memiliki mata berwarna biru. Jika pola bulu yang mendasari adalah salah satu kucing point (juga disebut sebagai pola Siamese), mata biru dapat berasal dari genetik gen pointed. Kesalahpahaman yang umum adalah bahwa semua kucing putih dengan mata berwarna biru itu adalah tuli.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 (Inggris) S. K. Bosher dan C. S. Hallpike (13 April 1965). Observations on the Histological Features, Development and Pathogenesis of the Inner Ear Degeneration of the Deaf White Cat. The Royal Society. Diakses 27 Juni 2014.
  2. 1 2 (Indonesia) drh. Neno WS. Benarkah Kucing Putih itu Tuli ? Diarsipkan 2014-07-01 di Wayback Machine. Kucingkita.com. Diakses 27 Juni 2014.
  3. ↑ (Inggris) Silvia Heid, Rainer Hartmann, dan Rainer Klinke. A model for prelingual deafness, the congenitally deaf white cat – population statistics and degenerative changes. ScienceDirect. Diakses 27 Juni 2014.
  4. ↑ (Inggris) George M. Strain (2011). Deafness in Dogs and Cats. CABI. hlm. 68. ISBN 978-1-84593-764-5. Diakses 27 Juni 2014.
Felinologi
Kesehatan
Perawatan
Penyakit
Perilaku
Interaksi manusia
–kucing
Pendaftaran
Ras
(Daftar lengkap)
(Ras percobaan)
Domestik
Hibrida
Ras lokal
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan