Selasa, 06 Oktober 2026
13:24 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Kubah granit

Kubah granit

Bagikan:
250px-Mount_Bulka.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gunung Bulka, sebuah monolit granit di Taman Nasional Bayanaul, Kazakhstan.

Kubah granit adalah bukit berbentuk kubah yang tersusun dari granit dengan batuan gundul tersingkap di sebagian besar permukaannya. Secara umum, fitur berbentuk kubah seperti ini dikenal sebagai bornhardt. Bornhardt dapat terbentuk di semua jenis batuan plutonik, tetapi biasanya tersusun dari granit dan gneis granitik.[1] Saat pluton granitik mendingin beberapa kilometer di bawah permukaan Bumi, mineral dalam batuan mengkristal di bawah tekanan pengungkung yang seragam. Erosi membawa batuan lebih dekat ke permukaan Bumi dan tekanan dari atas batuan berkurang; sebagai hasilnya batuan itu mereka. Rekahan-rekahan ini dikenal sebagai rekahan pengelupasan, atau rekahan lembar, dan membentuk pola seperti bawang yang sejajar dengan permukaan lahan. Lembaran-lembaran batuan ini mengelupas dari permukaan yang tersingkap dan dalam kondisi tertentu mengembangkan struktur berbentuk kubah.[2] Teori tambahan mengenai asal-usul kubah granit melibatkan mundurnya gawir dan pengangkatan tektonik.

Rekahan lembar

Rekahan lembar adalah rekahan melengkung yang membatasi lempengan batuan dengan ketebalan berkisar antara 0,5 hingga 10 meter. Rekahan ini biasanya terbentuk dalam set yang sejajar dengan permukaan Bumi tetapi dapat terbentuk dalam set cembung ke atas atau cekung ke atas. Ada beberapa kemungkinan penjelasan untuk pembentukan rekahan lembar. Hipotesis yang paling populer adalah bahwa rekahan tersebut merupakan hasil dari pemuaian dan rekahan tangensial akibat pelepasan beban erosional atau pelepasan tekanan. Ada bukti yang mendukung hipotesis ini ketika melihat bentang alam granitik yang memiliki rekahan lembar. Granit terbentuk jauh di dalam kerak Bumi di bawah kondisi tekanan ambien atau litostatik yang tinggi. Agar granit tersingkap di permukaan Bumi, ketebalan batuan yang cukup besar harus tererosi. Pelepasan beban ini memungkinkan granit memuai secara radial dan rekahan lembar terbentuk secara tangensial terhadap tegangan radial. Hal ini menunjukkan bahwa bentuk permukaan lahan yang sudah ada sebelumnya menentukan geometri rekahan lembar.[3]

Teori asal-usul lainnya

Salah satu hipotesis menyatakan bahwa kubah granit merupakan blok terangkat. Hal ini benar untuk beberapa kubah granit, tetapi bidang pengelupasan terkait retakan tetap menjadi pengontrol utama lereng yang curam. Teori lain mengenai bornhardt terisolasi menyebutkan bahwa mereka tersisa setelah kemunduran lereng dalam jarak jauh. Pelapukan terkait kelembapan adalah penyebab kemunduran lereng. Pada kasus granit di lanskap kering, granit yang berada lebih tinggi pada lereng tetap stabil dan berfungsi sebagai batu pelindung (caprock). Granit di bawahnya lebih mudah lapuk dan tererosi karena telah terekspos pada kelembapan dan mengalami pelapukan. Proses ini pada akhirnya menyebabkan lereng semakin curam, runtuhnya bagian lereng yang lebih tinggi, serta terpeliharanya lereng terjal dengan kemiringan dan morfologi yang relatif konstan selama proses kemunduran ke belakang (backwearing).[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Twidale, C. R. (02-12-2012). Granite Landforms (dalam bahasa Inggris). Elsevier. ISBN 9780444597649.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ Bierman, Paul R. (2014). Key Concepts in Geomorphology. New York, NY: W.H. Freeman and Company Publishers. hlm. 81–82. ISBN 978-1-4292-3860-1.
  3. ↑ Vidal Romanı́, J. R; Twidale, C. R (01-12-1999). "Sheet fractures, other stress forms and some engineering implications". Geomorphology. 31 (1–4): 13–27. Bibcode:1999Geomo..31...13V. doi:10.1016/S0169-555X(99)00070-7.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. ↑ Twidale, C.R. "Bornhardts and Associated Fracture Patterns" (PDF).

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Granite domes.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan