Sabtu, 31 Oktober 2026
13:12 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kubah Ali

Kubah Ali

Bagikan:
250px-Gonbad-e_Ali_03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Kubah Ali (Persia: گنبد عالی, alih aksara: Gonbad-e Ali; Arab: قبة عالي) adalah sebuah menara mausoleum yang terletak di Abarkuh, di provinsi Yazd, Iran. Mausoleum tersebut diselesaikan dalam gaya Seljuk sekitar tahun 1056 M atas perintah Firuzan, putra Amir Shams ad-Dowleh ibn Ali Hezarasb, seorang penguasa Daylamiyah. Mausoleum itu merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi Ali Hezarasb dan ibunya.[1][2] Mausoleum tersebut dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Nasional Iran pada 31 Juli 1933 dan dikelola oleh Organisasi Warisan Budaya, Kerajinan Tangan, dan Pariwisata Iran.

Arsitektur

Dibangun di puncak sebuah bukit kecil di gurun, makam tersebut terdiri atas ruang segi delapan yang berdiri di atas dasar rendah dengan delapan sisi yang tidak sama serta cornice muqarnas tinggi yang menonjol keluar. Empat sisi dasar yang lebih panjang berada pada satu bidang dengan empat sisi ruang segi delapan di atasnya. Bagian luar ruang itu mengecil ke arah atas sehingga bangunan lebih lebar di bagian bawah dibandingkan bagian tepat di bawah cornice. Pintu masuk ruang makam terletak di sisi timur laut bangunan. Bangunan tersebut berkubah, tetapi perpanjangan cornice yang melampaui kubah menunjukkan bahwa bangunan itu juga pernah ditutup oleh atap berbentuk piramida, sebagaimana lazimnya makam-makam di wilayah tersebut.

Makam ini hampir seluruhnya dibangun dari pasangan batu puing, sementara bata hanya digunakan pada inskripsi dan pembangunan kubah bagian dalam. Dindingnya dibiarkan polos, sedangkan cornice dan pintu masuk menerima sebagian besar unsur dekoratif. Cornice monumen tersebut berupa muqarnas tiga tingkat yang makin melebar ke arah luar. Di bawah muqarnas terdapat pita inskripsi kufi berbahasa Arab yang memuat nama pembangun dan nama orang yang kepadanya bangunan itu dipersembahkan.

Pintu masuk ditempatkan di dalam relung dalam yang dimahkotai setengah kubah dan berada di dalam bingkai luar berbentuk persegi panjang. Pintu masuk itu diapit oleh dua kolom, yang kini hanya menyisakan rongganya saja. Di dalam relung, di atas ambang pintu, terdapat inskripsi lain yang ditulis dengan gaya kufi dan menyebut ibu pelindung bangunan itu sebagai "seiyyeda", meskipun nama lengkapnya tidak dapat diuraikan.

Berbeda dengan makam-makam di Maragha, makam ini tidak memiliki ruang bawah tanah. Bagian dalam ruang segi delapan tampak kosong dan, selain sisa-sisa mihrab plester, dilapisi dengan konstruksi batu puing yang sama seperti bagian luarnya. Deretan relung, masing-masing dua pada setiap sisi, menghiasi dinding di bawah drum kubah. Peralihan menuju drum dilakukan melalui delapan squinch sederhana yang terletak di sudut-sudut segi delapan. Empat bukaan pada kubah dan sebuah jendela di sisi ruang menerangi bagian dalam bangunan.[3]

Referensi

  1. ↑ مشکوتی، نصرت‌الله (۱۳۴۹). فهرست بناهای تاریخی و اماکن باستانی ایران. سازمان ملی حفاظت آثار باستانی ایران.
  2. ↑ گنبد عالی ابرکوه" شاهکار معماری ایران در دوره دیلمیان [Ali dome of Abarkuh, Masterpiece of Iranian architecture in Daylamite era]. ایسنا (dalam bahasa Persia). 2018-04-02. Diakses tanggal 2022-05-18.
  3. ↑ "Gunbad-i 'Ali". ArchNet.org. n.d. Diakses tanggal 13 Juni 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan