Selasa, 20 Oktober 2026
18:25 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Kuadran Memnonia

Kuadran Memnonia

Bagikan:
Infotaula de geografia políticaKuadran Memnonia
Segi empat (geografi) Suntingan nilai di Wikidata
330px-USGS-Mars-MC-16-MemnoniaRegion-mola.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dinamakan berdasarkanMemnonia (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Tempat
osm-intl,12,a,a,323x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kuadran_Memnonia&revid=29460894&groups=_0012750dc98c58085cb103287cb0d9607dfaaed7&parser=parsoidKoordinat: 19°46′48″S 210°0′0″E / 19.78000°S 210.00000°E / -19.78000; 210.00000{{#coordinates:}}: bujur salah 

Kuadran Memnonia merupakan salah satu dari 30 peta kuadran Mars yang digunakan oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melalui Program Riset Astrogeologi. Kuadran ini dikenal pula sebagai MC-16 (Mars Chart-16). [1] Kuadran Memnonia mencakup wilayah dengan rentang garis lintang dari −30° hingga 0° dan garis bujur dari 135° hingga 180°. Bagian barat kuadran Memnonia terdiri atas dataran tinggi yang memiliki kepadatan kawah tinggi. Kawah-kawah ini menunjukkan berbagai tingkat degradasi, mulai dari bentuk yang masih terpelihara hingga yang sudah mengalami erosi atau tertutup oleh endapan lain, mencerminkan sejarah benturan meteorit dan proses geologi di wilayah tersebut.[2]

Beberapa kawasan topografi Mars yang termasuk dalam kuadran Memnonia antara lain Arcadia Planitia, Amazonis Planitia, Lucus Planum, Terra Sirenum, Daedalia Planum, dan Terra Cimmeria. Sejumlah bukti terkait keberadaan air telah ditemukan di wilayah ini. Di dinding dan lantai Kawah Columbus ditemukan batuan sedimen berlapis yang kemungkinan diendapkan oleh aktivitas air atau angin. Beberapa lapisan mengandung mineral terhidrasi yang menunjukkan keterlibatan air dalam proses pembentukannya.[3]

Di kuadran Memnonia juga ditemukan banyak lembah aliran purba, termasuk Mangala Vallis. Lembah ini diduga berawal dari pembentukan sebuah graben, yaitu sistem sesar yang mungkin membuka akses menuju akuifer. Fitur gelap pada lereng (dark slope streak) dan palung memanjang (fossae) juga banyak dijumpai. Sebagian dari Formasi Medusae Fossae berada dalam wilayah kuadran ini.[4]

Lapisan

Kawah Columbus menampilkan struktur berlapis atau stratum,yang juga ditemukan di berbagai lokasi lain di Mars. Warna lapisan dapat bervariasi, dan batuan berwarna terang dikaitkan dengan keberadaan mineral terhidrasi, termasuk sulfat. Analisis lapisan ini dilakukan melalui pengamatan jarak jauh menggunakan instrumen pada wahana Opportunity. Beberapa lapisan tersusun dari partikel halus yang mudah terurai menjadi debu, sedangkan lapisan lain membentuk bongkahan besar yang menunjukkan komposisi lebih keras, diduga mengandung basal. Basal telah diidentifikasi di sejumlah wilayah Mars. Pengamatan spektrometer nir-inframerah dari orbit menunjukkan keberadaan tanah liat dan sulfat pada lapisan di Kawah Columbus.[5] Data ini sesuai dengan kemungkinan bahwa kawasan tersebut pernah menampung badan air yang mengalami penguapan bertahap. Sebagian lapisan juga mengandung gipsum, sejenis sulfat yang terbentuk di lingkungan air tawar.[6]

Mineral terhidrasi, seperti tanah liat dan sulfat, dianggap signifikan dalam penelitian geologi Mars karena biasanya terbentuk di lingkungan yang melibatkan air.[7] Wilayah yang mengandung mineral ini menjadi fokus untuk studi lebih lanjut terkait sejarah keberadaan air dan kondisi lingkungan purba di planet tersebut.[8] Lapisan batuan di Mars dapat terbentuk melalui berbagai proses geologi, termasuk aktivitas vulkanik, pengendapan oleh angin, maupun pengendapan oleh air.[9][10][11]

Referensi

  1. ↑ Rendtel, Jürgen (1995-01). "H.H. Kieffer, B.M. Jakosky, C.W. Snyder, and M.S. Matthews (eds.): Mars. The University of Arizona Press, Tucson / London, 1992. 1455+XV Seiten. Preis: 70.‐US‐Dollar". Astronomische Nachrichten. 316 (1): 67–68. doi:10.1002/asna.2103160114. ISSN 0004-6337.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ "MARS – Memnonia". planetarynames.wr.usgs.gov. Diakses tanggal 2025-11-20.
  3. ↑ "HiRISE | Sedimentary Layers in Columbus Crater (PSP_010281_1510)". hirise.lpl.arizona.edu. Diakses tanggal 2025-11-20.
  4. ↑ "Mars Channels and Valleys". www.msss.com. Diakses tanggal 2025-11-20.
  5. ↑ Cabrol, Nathalie A.; Grin, Edmond A. (2010). Searching for lakes on Mars. Elsevier. hlm. 1–29. ISBN 978-0-444-52854-4.
  6. ↑ Wray, J. J.; Milliken, R. E.; Dundas, C. M.; Swayze, G. A.; Andrews-Hanna, J. C.; Baldridge, A. M.; Chojnacki, M.; Bishop, J. L.; Ehlmann, B. L. (2011). "Columbus crater and other possible groundwater-fed paleolakes of Terra Sirenum, Mars". Journal of Geophysical Research: Planets (dalam bahasa Inggris). 116 (E1). doi:10.1029/2010JE003694. ISSN 2156-2202.
  7. ↑ "Target Zone: Nilosyrtis? | Mars Odyssey Mission THEMIS". themis.mars.asu.edu. Diakses tanggal 2025-11-20.
  8. ↑ "HiRISE | Craters and Valleys in the Elysium Fossae (PSP_004046_2080)". hirise.lpl.arizona.edu. Diakses tanggal 2025-11-20.{{cite web}}: Kutipan menggunakan judul generik
  9. ↑ "What are the three types of rocks?". BBC Bitesize (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-11-20.
  10. ↑ "Find-A-Feature: Layers | U.S. Geological Survey". www.usgs.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-20.
  11. ↑ "The Rock Cycle". education.nationalgeographic.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-20.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan