Sabtu, 17 Oktober 2026
12:49 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Krokot mawar

Krokot mawar

Spesies tanaman

Bagikan:
Krokot mawar
250px-Portulaca_grandiflora_flower.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Ordo: Caryophyllales
Famili: Portulacaceae
Genus: Portulaca
Spesies:
P. grandiflora
Nama binomial
Portulaca grandiflora

Krokot mawar atau rose moss[1] (Portulaca grandiflora) adalah tanaman hias yang tergolong familia Portulacaceae yang berasal dari Amerika Selatan.[2] Tanaman ini disebut juga bunga pukul sembilan karena umumnya bunga mekar pada pukul sembilan pagi.[3] Penamaan ilmiah terdiri dari portulaca, berarti gerbang yang merujuk kepada kapsul benih yang membuka seperti gerbang, dan grandiflora, berarti bunga yang besar. Portulaca adalah tanaman sukulen yang menyukai sinar matahari dan bunganya menguncup pada malam hari atau saat mendung.[4]

Pemerian dan Ekologi

Tumbuhan semusim ini dapat tumbuh pada dataran rendah sampai 1.400 m di atas permukaan laut.[5] Panjang batang antara 15 cm - 30 cm. Krokot Mawar dapat tumbuh pada jenis tanah apa pun. Bahkan, pada tanah dominan pasir pernah dijumpai tumbuhan ini hidup.

Morfologi tanaman yang tergolong perdu-perduan ini, antara lain memiliki batang yang basah dan sering bercabang mulai dari pangkal, batangnya. Pada hakikatnya Krokot Mawar tumbuh tegak, tetapi sejalan dengan pertumbuhannya yang makin rimbun tumbuhan ini akan rebah, seperti menjalar di permukaan tanah.[5]

Banyak orang memelihara tanaman ini sebagai tanaman pinggir di taman-taman. Sering juga digunakan sebagai mulsa atau penutup permukaan tanah pada areal sekitar kanopi tanaman lebih tinggi, misalnya pada rumpun Pinang Merah.

Daunnya tunggal, tebal berdaging, berbentuk bulat silindris dengan panjang 1 - 3,5 m berujung tumpul, sedangkan bunganya berkelompok 2 - 8 di ujung batang, mekar pada pagi hari dan layu menjelang sore, warna bunganya merah, putih, oranye atau kuning.[5]

Krokot hias mudah dipelihara tanpa memerlukan banyak air, oleh karena itulah tanaman ini cocok ditanam di tempat-tempat yang kering atau memiliki curah hujan yang rendah.[2] Perbanyakan umumnya secara vegetatif karena bunganya jarang tumbuh menjadi buah serta menghasilkan biji. Beberapa kultivar menghasilkan biji dan berbagai kultivar baru dihasilkan dari persilangan-persilangan yang dilakukan terhadapnya.

Manfaat

Krokot Mawar memiliki kandungan portulal, betacyanin, betanin, serta betandin sehingga dapat digunakan untuk mengobati sakit tenggorokan, memar, radang kulit, dan luka bakar.[5]

Sering juga orang menggunakan daun tumbuhan ini sebagai pereda nyeri sekaligus pertolongan pertama pada luka kecil. Daunnya yang lembut dan banyak mengandung air mudah dilumatkan. Bubur daun Kromot ditempelkan pada luka, sehingga terasa sejuk dan menghentikan pendarahan kecil.

Galeri

  • Portulaca grandiflora
    Portulaca grandiflora
  • Portulaca grandiflora
    Portulaca grandiflora
  • Portulaca grandiflora
    Portulaca grandiflora
  • Portulaca grandiflora
    Portulaca grandiflora
  • Portulaca grandiflora
    Portulaca grandiflora
  • Portulaca grandiflora
    Portulaca grandiflora

Referensi

  1. ↑ "Plants Profile for Portulaca grandiflora (rose moss)". plants.usda.gov. Diakses tanggal 2019-08-13.
  2. 1 2 Situs Paghat:Moss Rose Mixed Doubles diakses 10 Juni 2010
  3. ↑ Rosidah, Z. (2020). [klikhijau.com/read/bunga-pukul-sembilan-sering-dianggap-gulma-namun-kaya-manfaat "Bunga Pukul Sembilan, Sering Dianggap Gulma Namun Kaya Manfaat"].{{cite web}}: Periksa nilai |url=
  4. ↑ Williams, S. (2013). Creating the Prairie Xeriscape. Canada: Coteau Books.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 3 4 Wijayakusuma, H.M Hembing (1994). Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia. Jakarta: Pustaka Kartini. hlm. 108–109. ISBN 979-454-083-8.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan