Jumat, 23 Oktober 2026
12:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Kristen Anonim

Bagikan:

Kristen Anonim adalah gagasan yang dikemukakan oleh Karl Rahner, seorang teolog Katolik.[1] Gagasan ini muncul dari pandangan teologi agama-agama Rahner yang melihat agama-agama lain juga menerima rahmat dari Allah.[1] Allah juga memberikan rahmat melalui Kristus di dalam agama-agama lain, dalam kepercayaan dan ritual-ritual agama lain tersebut.[1] Menurutnya Kristus adalah alasan Allah memberikan rahmat-Nya kepada semua ciptaan.[1] Namun, orang yang belum mengenal Kristus walaupun bisa merasakan kasih Allah yang menyelamatkan, tidak dapat melihat ke mana arah atau tujuan hidupnya.[1] Lebih lanjut, Rahner menyatakan bahwa orang-orang ini sudah menerima rahmat Allah dan terorientasi pada Kristus, dan kehadiran Kristus terasa dalam setiap agama sehingga melalui agama mereka juga terorientasi ke dalam kekristenan.[1] Orang-orang inilah yang disebut orang "Kristen Anonim" atau "Kristen tanpa nama".[1] Orang-orang Kristen anonim ini, walaupun belum pernah mendengar Injil Kristen, bisa diselamatkan melalui Kristus.[2] Mereka diselamatkan bukan karena moralitas tetapi karena mereka telah mengalami kasih karunia dari Yesus Kristus tanpa mereka menyadarinya.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 (Indonesia) Paul F. Knitter. 2008. Pengantar Teologi Agama-agama. Yogyakarta: Kanisius. hlm. 84-6.
  2. 1 2 (Indonesia) Tony Lane. 2005. Runtut Pijar: Sejarah Pemikiran Kristiani. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hal. 266-8.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan