Selasa, 03 November 2026
01:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Kotoran kambing

Bagikan:

Kotoran kambing ialah kotoran yang dihasilkan oleh kambing yang memiliki bentuk dan bau yang khas. Biasanya berbentuk lonjong dan berwarna hijau kehitaman.

Kegunaan

Kotoran kambing bisa saja disebut telepong. Kotoran kambing ini juga biasa digunakan sebagai pupuk organik dalam pertanian yang dapat dipakai untuk bertani dan mengolah lahan.[1] Kotoran kambing dapat dipadukan dengan kotoran sapi untuk membuat pupuk organik. Dengan cara ini, unsur hara baik yang mikro maupun makro dapat bertambah. Kotoran sapi dan kambing diketahui mengandung nitrogen, kalsium, dan kalium.[2]

Pada dasarnya, kotoran kambing dapat digunakan langsung sebagai pupuk. Tapi akan lebih baik, diolah lebih dulu. Cara mengolahnya ada dua macam, yaitu dengan memakai sistem terbuka dan sistem tertutup. Adapun sistem terbuka, ditampung dulu lebih kurang 3 bulan, lalu dalam waktu selama itu, dapat bisa langsung dipakai sebagai pupuk. Adapun sistem tertutup, caranya ditampung dalam tanah, sejauh 30 cm dari permukaan tanah. Baiknya bisa menahan daripada rembesan air hujan. Tujuannya agar zat hara seperti nitrogen tidak hilang.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Tabungan Usaha Ternak". Elfata. 14 (11): 38 –&#32, 39. 2014. ISSN 1693-7783.
  2. ↑ "Kandungan Unsur Hara Kotoran Sapi, Kambing, Domba, dan Ayam". organikilo. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-25. Diakses tanggal 25 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Mathius, I-Wayan (Maret 1994). "Potensi dan Pemanfaatan Pupuk Organik Asal Kotoran Kambing-Domba" (PDF). Wartazoa. 3 (2 –&#32, 4). Kementerian Pertanian Republik Indonesia: 1 –&#32, 8. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-11-26. Diakses tanggal 2015-11-26.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tahun (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan