Jumat, 23 Oktober 2026
18:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Kota Merdeka Lübeck

Kota Merdeka Lübeck

Bagikan:
Kota Merdeka dan Hansa Lübeck
Freie und Hansestadt Lübeck
1226–1811
1815–1937
Bendera Lübeck
Bendera
Lambang Lübeck
Lambang
Letak Kota Merdeka Lübeck di Kekaisaran Jerman
Letak Kota Merdeka Lübeck di Kekaisaran Jerman
StatusKota Merdeka Kekaisaran Romawi Suci
Anggota Konfederasi Jerman
Anggota Konfederasi Jerman Utara
Negara bagian Kekaisaran Jerman
Negara bagian Republik Weimar
Ibu kotaLübeck
Bahasa resmiJerman
PemerintahanRepublik
Sejarah 
• Memperoleh Reichsfreiheit dari Friedrich II
1226
• Dianeksasi Prancis
1811
• Memperoleh kembali kedaulatan menurut Kongres Wina

1815
• Dibubarkan oleh Undang-Undang Hamburg Raya

1 April 1937
Luas
19052.977 km2 (1.149 sq mi)
Populasi
• 1834
36.464
• 1871
52.158
• 1900
96.775
• 1933
136.413
Didahului olehDigantikan oleh
County Holstein
Provinsi Schleswig-Holstein
Sekarang bagian dari Jerman

Kota Merdeka dan Hansa Lübeck[1] adalah negara kota yang berdiri dari tahun 1226 hingga 1937 di wilayah yang kini merupakan bagian dari negara bagian Schleswig-Holstein dan Mecklenburg-Vorpommern di Jerman.

Sejarah

Pada tahun 1226, Kaisar Friedrich II menyatakan kota Lübeck sebagai kota kekaisaran bebas. Hukum Lübeck menjadi konstitusi kota. Pada abad ke-14, Lübeck mendapat nama "Ratu Liga Hansa" karena statusnya sebagai anggota terbesar dan terkuat dari Liga Hansa saat itu.

Dari tahun 1811 hingga 1813, kota ini dianeksasi oleh Kekaisaran Prancis Pertama. Setelah Napoleon dikalahkan, Kongres Wina pada tahun 1815 mengembalikan kedaulatan Lübeck, yang kemudian menjadi salah satu dari 39 negara anggota Konfederasi Jerman. Negara kota ini bergabung dengan Konfederasi Jerman Utara pada tahun 1867. Pada tahun 1871, Lübeck menjadi negara bagian otonom di Kekaisaran Jerman. Statusnya melemah pada masa Republik Weimar karena republik memiliki hak untuk menentukan pajak negara.

Pada tahun 1937, Nazi menetapkan Undang-Undang Hamburg Raya yang memperluas wilayah Hamburg dengan mengambil beberapa kota yang sebelumnya merupakan bagian dari Prusia. Untuk pemberian ganti rugi Prusia (dan juga karena Adolf Hitler secara pribadi tidak menyukai Lübeck karena menolak Hitler berkampanye di sana pada tahun 1932)[2] status kenegaraan Lübeck selama 711 tahun berakhir dan hampir seluruh wilayahnya menjadi bagian dari provinsi Schleswig-Holstein.[3][4]

Catatan kaki

  1. ↑ Prof, Robert Boehlke Dr (1994). Sejarah Perkembangan Pemikiran Ii (yohanes Amos Comenius). BPK Gunung Mulia. ISBN 9789794155851.
  2. ↑ Lübeck: The town that said no to Hitler Diarsipkan 2015-05-16 di Wayback Machine, Simon Heffer, The Daily Telegraph; diakses 28 Juni 2010.
  3. ↑ Lowe, Keith (2008-02-28). Inferno: The Devastation of Hamburg, 1943 (dalam bahasa Inggris). Penguin Books Limited. ISBN 9780141921686.
  4. ↑ Dollinger, Philippe (1999). The German Hansa (dalam bahasa Inggris). Psychology Press. ISBN 9780415190732.

53°52′11″N 10°41′11″E / 53.86972°N 10.68639°E / 53.86972; 10.68639

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan