Sabtu, 03 Oktober 2026
23:18 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
André Joseph Guillaume Henri Kostermans

André Joseph Guillaume Henri Kostermans

Bagikan:
250px-Bogor_Dutch_Graveyard_9.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kubur (Kebun Raya Bogor)

Prof. Dr. André Joseph Guillaume Henri Kostermans (atau Achmad Jahja Goh Hartono Kostermans setelah menjadi WNI ; 1 Juli 1906 – 10 Juli 1994) adalah seorang pakar botani Belanda dan Indonesia.

Sebagian besar karyanya membahas tentang flora Asia Tenggara. Gelar doktor diperolehnya dari Universitas Utrecht, Belanda, pada tanggal 20 Januari 1936 dengan penelitian berjudul Studies in South American Malpighiaceae, Lauraceae and Hernandiaceae, Especially of Surinam di bawah bimbingan Prof. August Adriaan Pulle. Pada awal kariernya, ia menyumbang beberapa bagian pada Flora Suriname (karya A.A. Pulle).

Minat utamanya pada Lauraceae, beberapa suku Malvales (Bombacaceae dan Sterculiaceae) dan Dipterocarpaceae. Pada tahun-tahun akhir ia juga bekerja untuk Anacardiaceae (buku tentang ini diterbitkan oleh Academic Press). Kostermans, yang biasa dipanggil Dok oleh rekan dan anak buahnya, sangat produktif dan banyak menulis di berbagai media publikasi. Ialah juga yang membesarkan nama Herbarium Bogoriensis.

Sebelum meninggal pada tahun 1994, ia terlebih dahulu terkena serangan jantung pada tahun 1991. Kostermans tidak menikah tetapi meninggalkan banyak anak asuh, seperti ahli jamur (mikolog) utama Indonesia Prof. Dr. Mien Rifai, pakar mikologi dan Dr. Soegeng Reksodihardjo, seorang pakar botani untuk suku Bombacaceae.

Satu nama marga dari suku Malvaceae (sebelumnya Bombacaceae) diberi nama Kostermansia. Banyak pula spesies yang diberi nama untuk menghormatinya, seperti Cryptocarya kostermansiana (Lauraceae). Singkatan Kosterm. dipakai untuk dirinya dalam literatur botani.

Kostermans meninggal dunia di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta dan dimakamkan di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.

Referensi


Flag of BelandaBiography icon

Artikel bertopik biografi Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan