Jumat, 30 Oktober 2026
04:03 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Korps Wuwei

Korps Wuwei

Bagikan:
250px-Wuwei_Right_Troop1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasukan Korps Wuwei yang dipimpin oleh Yuan Shikai mengawal Janda Permaisuri Cixi kembali ke Kota Terlarang pada 1902.

Korps Wuwei[1] (Hanzi sederhana:武卫军; Hanzi tradisional:武衛軍; Pinyin:Wǔwèijūn; Wade–Giles:Wu-wei chün)[2] atau Tentara Pengawal[2][3] adalah unit tentara modern dari dinasti Qing. Terdiri dari infanteri, kavaleri dan artileri yang dibentuk pada bulan Mei[3] atau Juni 1899 dan dilatih oleh penasihat militer Barat. Korps Wuwei bertanggung jawab atas keamanan Peking (Beijing) dan Kota Terlarang, dengan Ronglu sebagai komandan tertingginya. Langkah ini merupakan upaya oleh istana Kekaisaran Qing untuk menciptakan pasukan bergaya Barat yang dilengkapi dengan persenjataan modern setelah kekalahan Kekaisaran Qing dalam Perang Tiongkok-Jepang Pertama. Tiga dari lima divisi Korps Wuwei dibubarkan setelah dua tahun karena terjadi gesekan yang disebabkan oleh Pemberontakan Boxer.

Referensi

  1. ↑ Ding 1986, hlm. 47. sfn error: tanpa target: CITEREFDing1986 (bantuan)
  2. 1 2 Powell 1972, hlm. 102–103. sfn error: tanpa target: CITEREFPowell1972 (bantuan)
  3. 1 2 Wang 1995, hlm. 71: "In May 1899, Yuan Shikai, commander of China's strongest army, the Wuwei Youjun or the Right Division (new name for Yuan's Newly Created Army) of the Guards Army [Note: The Guards Army or Wuwei Jun included Left, Right, Front, Rear, and Center Divisions]..." sfn error: tanpa target: CITEREFWang1995 (bantuan)


Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan