Sabtu, 24 Oktober 2026
04:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Koridor Levant

Koridor Levant

Bagikan:
330px-Amurru.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bulan Sabit Subur; Koridor Levantin berada di sebelah laut.

Koridor Levantine adalah secara relatif celah sempit antara Laut Mediterrania ke barat laut dan gurun ke tenggara dan menghubungkan Afrika dengan Eurasia. Koridor ini adalah sebuah rute darat dari migrasi hewan antara Eurasia dan Afrika. Sebagian dipecaya bahwa hominid awal menyebar dari Afrika ke Asia dan Eropa lewat koridor ini dan Tanduk Afrika.[1] Koridor ini dinamai berdasarkan Levant.

Koridor Levantine adalah bagian barat dari Bulan Sabit Subur, bagian timur menjadi Mesopotamia.

Botanis mengenali wilayah ini sebagai sebuah rute pemencaran dari spesies tumbuhan.[2]

Lewat studi genetik, peneliti telah menemukan bahwa Koridor Levantine lebih penting selama periode Paleolithikum dan Mesolithikum untuk migrasi dua arah dari masyarakat (dan kromosom tertentu) antara Afrika dan Eurasia daripada Tanduk Afrika.[3]

Lihat pula

  • Koridor Levant

Referensi

  1. ↑ N. Goren-Inbar, John D. Speth (eds.), "Human Paleoecology in the Levantine Corridor". 1994, ISBN 1-84217-155-0 (book review Diarsipkan 2011-07-16 di Wayback Machine)
  2. ↑ Bar-Yosef O. Pleistocene connections between Africa and Southwest Asia: an archaeological perspective, African Archaeological Review, 1987, vol. 5, pp. 29–38.
  3. ↑ J. R. Luis et al., "The Levant versus the Horn of Africa: Evidence for Bidirectional Corridors of Human Migrations" Diarsipkan 2012-02-16 di Wayback Machine, American Journal of Human Genetics, 74: 532-544.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan