Senin, 12 Oktober 2026
19:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Kopi okra

minuman serupa kopi yang terbuat dari biji okra yang disangrai

Bagikan:

Kopi okra adalah minuman pengganti kopi yang terbuat dari biji okra. Okra umumnya dipanen ketika masih hijau. Namun buah okra yang sudah matang mengandung biji yang dapat disangrai dan digerus menjadi bubuk yang dapat dilarutkan ke dalam air panas, membentuk minuman menyerupai kopi.[1] Kopi okra populer di kawasan selatan Amerika Serikat zaman Perang Saudara Amerika Serikat karena harga biji kopi yang meningkat tajam, dan menjadi salah satu biji-bijian yang disangrai menjadi kopi selain biji anggur, tebu, kacang polong, persik, dan sebagainya.[2][3] Disebutkan bahwa kopi okra juga memiliki aroma rempah-rempah yang khas.[4] Dan ketika bubuk kopi okra dan bubuk kopi dicampur dengan perbandingan 1:4, perbedaan rasanya hampir tidak ada.[5]

Referensi

  1. ↑ Aggie Agriculture. "Okra, or "Gumbo," from Africa". Diakses tanggal 21 Mei 2019.
  2. ↑ Wright, John D. (2001). The Language of the Civil War. Greenwood Publishing Group. hlm. 209. ISBN 9781573561358.
  3. ↑ University of Texas at Tyler. "Confederate Coffee Substitutes: Articles from Civil War Newspapers". Austin State Gazette [TEX.], November 9, 1861, p. 4, c. 2. Diarsipkan dari asli tanggal 2007.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |archive-date=
  4. ↑ University of Texas at Tyler. "Confederate Coffee Substitutes: Articles from Civil War Newspapers". TENNESSEE BAPTIST, December 21, 1861, p. 4, c. 2. Diarsipkan dari asli tanggal 2007.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |archive-date=
  5. ↑ University of Texas at Tyler. "Confederate Coffee Substitutes: Articles from Civil War Newspapers". CHARLESTON MERCURY [SC], January 24, 1862, p. 1, c. 4. Diarsipkan dari asli tanggal 2007.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |archive-date=
Ikon rintisan

Artikel bertopik minuman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan