Senin, 26 Oktober 2026
04:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Kontra-iluminasi

Kontra-iluminasi

Bagikan:
250px-Squid_Counterillumination.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prinsip kontrailuminasi pada cumi kunang-kunang (Watasenia scintillans). Saat dilihat dari bawah oleh predator, cahaya dari hewan tersebut membantunya menyamai kecahayaan dan warna dari permukaan laut diatasnya (i.e. latar belakangnya)

Kontra-iluminasi adalah sebuah metode kamuflase aktif yang dapat ditemukan pada hewan laut seperti cumi kunang-kunang dan ikan midshipman (Porichthys), dan pada prototipe militer. Kontra-iluminasi bekerja dengan cara memproduksi cahaya untuk menyamai latar-belakangnya baik secara kecerahan maupun panjang gelombang. Sebagai contoh, hewan pada zona mesopelagik cenderung terlihat gelap pada latar belakang permukaan air bila dilihat dari bawah, membuatnya rentan diserang predator. Oleh karena itu, hewan di zona tersebut memproduksi cahaya pada bagian bawah tubuhnya untuk menyamai latar-belakangnya, membuat bagian bawah tubuhnya lebih cerah.

Umumnya metode kontra-iluminasi dibantu oleh organ penghasil cahaya yang disebut dengan fotofor,[1] atau dibantu dengan hubungan simbiotik dengan bakteri, umumnya dengan Aliivibrio fischeri.

Referensi

  1. ↑ "Cephalopod Photophore Terminology". Tolweb.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Agustus 2017. Diakses tanggal 16 Oktober 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan