Rabu, 04 November 2026
03:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Konstitusi Solon

Bagikan:

Konstitusi Solon dibuat pada abad ke-6 SM oleh negarawan Athena, Solon.[1] Pada masa itu, negeri Athena hampir bubar akibat perpecahan. Solon ingin mengubah atau menghapuskan undang-undang lama yang dikeluarkan oleh Drakon.

Dengan ditetapkannya undang-undang Solon, semua utang dihapuskan dan mereka yang menjadi budak akibat utang dibebaskan. Status hectemoroi ("seperenam buruh", semacam hamba tani) juga dihapuskan. Reformasi ini dikenal dengan sebutan Seisachtheia. Konstitusi Solon juga mengurangi kekuasaan para aristokrat lama dengan menjadikan kekayaan sebagai kriteria untuk menjadi pejabat (dan bukan darah biru seperti sebelumnya); sistem ini disebut timokratia (timokrasi). Selain itu, warga Athena dibagi berdasarkan pendapatan mereka: Pentacosiomedimnoi, Hippeis, Zeugitae, dan Thetes. Majelis rendah diberi hak untuk mempertimbangkan banding, dan Solon juga membentuk majelis tinggi. Keduanya dimaksudkan untuk mengurangi kekuasaan Areopagos atau dewan aristokrat. Satu-satunya peninggalan Drakon yang tidak ia hapuskan adalah hukum mengenai pembunuhan.

Konstitusi ini ditulis dalam bentuk puisi. Tak lama setelah Konstitusi Solon diberlakukan, Solon mengasingkan diri selama sepuluh tahun agar ia tidak tergoda merampas kekuasaan seperti tiran.

Catatan kaki

  1. ↑ A Dictionary of Classical Antiquities, Mythology, Religion, Literature and Art, from the German of Dr. Oskar Seyffert. Halaman 595

Bacaan lanjut

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan