Selasa, 29 September 2026
00:28 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Konsonan decak

40px-Kurung_siku.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI).Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan.Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan ⟨ ⟩, Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.
IPA: Konsonan decak
DB G RG PR LL
Halus ʘ ǀ ǃ ǂ
Bersuara ʘ̬ ǀ̬ ǃ̬ ǂ̬
Sengau ʘ̃ ǀ̃ ǃ̃ ǂ̃
Halus sisian ǁ
Bersuara sisian ǁ̬
Sengau sisian ǁ̃

Bagian yang digelapkan menandakan penyebutan yang dianggap mustahil.

ʘ ǀ ǁ ǂ ǃ
Pelepasan decak
Dalam UnicodeU+0298ʘ latin letter bilabial click

U+01C0ǀ latin letter dental click
U+01C1ǁ latin letter lateral click
U+01C2ǂ latin letter alveolar click
U+01C3ǃ latin letter retroflex click

U+01DF0A𝼊 latin letter retroflex click with retroflex hook
Berbeda dengan
Berbeda denganU+007C| vertical line
U+2016‖ double vertical line

Konsonan decak[catatan 1] adalah sebuah suara pengucapan yang terjadi sebagai kelompok suara konsonan dalam banyak Bahasa di Afrika bagian Selatan dan tiga bahasa di Afrika timur. Biasanya, suara tersebut disubtitusikan dalam bahasa Inggris sebagai Tut-tut (ejaan Inggris Britania) atau Tsk! Tsk! (ejaan Inggris Amerika) karena ketidakmampuan lidah penutur untuk mengucapkannya, selain itu suara tchick! klik-klak! digunakan untuk menggambarkan variasi decak yang lain sekaligus sebagai imitasi terhadap suara bersin dan langkah kaki kuda.

Secara anatomis, Konsonan decak merupakan konsonan obstruen yang diartikulasikan dengan dua penutupan aliran udara (titik kontak) fi mulut, satu di depan dan satu dibelakang. Sejumplah aliran udara yang terperangkap mengalami rarefikasi dengan adanya pergerakan mengisap oleh lidah (dalam terminologi teknis, decakan memiliki mekanisme aliran udara lingual ingresif). Penutupan aliran udara bagian depan kemudian dilepaskan,[catatan 2] kemudian akan menghasilkan konsonan yang kemungkinan merupakan konsonan dengan bunyi lebih keras dari rata-rata, walaupun begitu, beberapa bahasa seperti bahasa Hadza dan bahasa Sandawe memiliki konsonan decak yang cenderung samar dan terkadang disalah artikan sebagai konsonan sembur.

Kesulitan pelepasan fonem

Konsonan decak biasanya sulit untuk diartikulasikan di dalam sebuah kata. Walaupun begitu, anak-anak dapat mengucapkannya dengan mudah dikarenakan lidah dan artikulator mereka "siap" untuk membuat fonem tersebut; sebagai contoh anak umur dua tahun dapat mengucapkan kata dengan decakan sisian [ǁ] dengan mudah, tetapi belum dapat mengucapkan [s].[1] Lucy Lloyd melaporkan bahwa setelah kontak yang cukup lama dengan penutur Khoi dan San, agak sulit baginya untuk menghilangkan artikulasi decakan saat berbicara dengan bahasa Inggris.[2]

Catatan

  1. ↑ Juga biasa disebut sebagai decakan, konsonan klik, ataupun konsonan ketuk
  2. ↑ Ini merupakan kasus penghasilan suara sebagai konsonan dalam kata. Namun, secara paralingual, terdapat metode lain untuk melakukan decakan: dibawah lidah atau diatasnya, terapi diawali dengan pelepasan dengan oklusi di kedua sisi mulut. Lihat #Daerah artikulasi.

Referensi

  1. ↑ Kirk Miller, 'Highlights of Hadza fieldwork'. LSA, San Francisco, 2009.
  2. ↑ Beach (1938), p 269.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan