Konseptualisasi adalah proses pembentukan atau pengonsepan dari ide, gagasan, atau gejala abstrak menjadi kerangka berpikir, definisi teoretis, atau konsep yang jelas dan terstruktur. Proses ini bertujuan agar ide yang rumit dapat dipahami, diatur, dan diukur dengan pasti.[1][2][3][4]
Fungsi dan Tujuan
Memperjelas makna dari suatu istilah atau ide abstrak agar memiliki arti yang disepakati. Menjadi dasar atau fondasi dalam menyusun teori, rancangan kerja, atau metode pemecahan masalah. Membantu merumuskan variabel yang bisa di teliti atau diamati secara sistematis.
Contoh
- Dalam Penelitian: Mengubah ide abstrak seperti "tingkat kesejahteraan" atau "motivasi belajar" menjadi definisi yang jelas dan terukur.
- Dalam Bisnis: Merumuskan ide kreatif produk baru menjadi sebuah rancangan konsep bisnis yang matang.Dalam Psikologi (Kasus): Menyusun pemahaman klinis yang menyeluruh tentang masalah dan pola perilaku seseorang.
Referensi
- ↑ https://ejournal.um-sorong.ac.id/index.php/jn/article/view/2403
- ↑ https://www.kompasiana.com/nazwa29661/66a1eb4134777c6e1457ee33/memahami-tiga-konseptualisasi-komunikasi
- ↑ https://www.academia.edu/2490827/Konseptualisasi
- ↑ https://wri-indonesia.org/sites/default/files/Oct%20-%20Pengantar%20SD%20Modul%202%20Sesi%203.pdf?__cf_chl_tk=61A9GVhN1Fh0RJ9dbVwZm8N4ZAanjyV88mZCvAeQTIU-1786021154-1.0.1.1-0AqNLM29i0lbZpgq7AwuM8Px2yk4.Vs0tjvO.ijCcA0