Rabu, 21 Oktober 2026
10:31 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Konsentrasi bunuh minimum

konsentrasi terendah dari agen antibakteri yang diperlukan untuk membunuh bakteri tertentu

Bagikan:

Konsentrasi bunuh minimum, konsentrasi bakterisidal minimum, atau KBM (bahasa Inggris: minimum bactericidal concentration, MBC) adalah konsentrasi terendah dari suatu agen antibakteri yang diperlukan untuk membunuh bakteri tertentu.[1] KBM dapat ditentukan dari uji konsentrasi hambat minimum (KHM) pengenceran kaldu dengan melakukan subkultur pada lempeng agar yang tidak mengandung agen uji. KBM diidentifikasi dengan menentukan konsentrasi agen antibakteri terendah yang mengurangi viabilitas inokulum bakteri awal sebesar ≥99,9%.[2] KBM bersifat komplementer terhadap KHM; uji KHM menunjukkan tingkat agen antimikroba terendah yang menghambat pertumbuhan, sedangkan KBM menunjukkan tingkat agen antimikroba terendah yang mengakibatkan kematian mikroba. Ini berarti bahwa meskipun KHM tertentu menunjukkan penghambatan, pelapisan bakteri pada agar masih dapat menyebabkan proliferasi organisme karena antimikroba tidak menyebabkan kematian. Agen antibakteri biasanya dianggap sebagai bakterisida jika nilai KBM tidak lebih dari empat kali nilai KHM.[3][4] Karena uji KBM menggunakan unit pembentuk koloni sebagai ukuran proksi viabilitas bakteri, uji ini dapat dikacaukan oleh agen antibakteri yang menyebabkan agregasi sel bakteri. Contoh agen antibakteri yang melakukan hal ini adalah flavonoid[4] dan peptida.[5][6]

Referensi

  1. ↑ Amyes S et al. Antimicrobial Chemotherapy: Pocketbook. CRC Press, 1996 ISBN9781853173899 Page 25
  2. ↑ National Committee for Clinical Laboratory Standards (1999). Methods for determining bactericidal activity of antimicrobial agents : approved guideline M26-A (PDF) (dalam bahasa Inggris). Vol. 19. Arthur L. Barry et. al. Wayne, PA: National Committee for Clinical Laboratory Standards. ISBN 1-56238-384-1. OCLC 1124514908.
  3. ↑ French GL (2006). "Bactericidal agents in the treatment of MRSA infections--the potential role of daptomycin". Journal of Antimicrobial Chemotherapy. 58 (6): 1107–17. doi:10.1093/jac/dkl393. PMID 17040922.
  4. 1 2 Cushnie TP, Cushnie B, Echeverría J, Fowsantear W, Thammawat S, Dodgson JL, Law S, Clow SM (2020). "Bioprospecting for antibacterial drugs: a multidisciplinary perspective on natural product source material, bioassay selection and avoidable pitfalls". Pharmaceutical Research. 37 (7): Article 125. doi:10.1007/s11095-020-02849-1. PMID 32529587. S2CID 219590658.
  5. ↑ Suarez M, Haenni M, Canarelli S, Fisch F, Chodanowski P, Servis C, Michielin O, Freitag R, Moreillon P, Mermod N (2005). "Structure-function characterization and optimization of a plant-derived antibacterial peptide". Antimicrobial Agents and Chemotherapy. 49 (9): 3847–3857. doi:10.1128/AAC.49.9.3847-3857.2005. PMC 1195432. PMID 16127062.
  6. ↑ Robert É, Lefèvre T, Fillion M, Martial B, Dionne J, Auger M (2015). "Mimicking and understanding the agglutination effect of the antimicrobial peptide thanatin using model phospholipid vesicles". Biochemistry. 54 (25): 3932–41. doi:10.1021/acs.biochem.5b00442. PMID 26057537.


Ikon rintisan

Artikel bertopik farmakologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan